News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

Sengaja Rusak 500 Dosis Vaksin Moderna, Apoteker di Wisconsin AS Ditangkap Polisi

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ILUSTRASI warga diberi vaksin - Seorang apoteker mencairkan vaksin Pfizer COVID-19 sambil mempersiapkannya untuk diberikan kepada staf dan penduduk di Goodwin House Bailey's Crossroads, komunitas lansia di Falls Church, Virginia, pada 30 Desember 2020.

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, WISCONSIN - Karyawan Rumah Sakit Grafton, di Wisconsin, Amerika Serikat (AS) yang mengaku sengaja mengeluarkan 57 wadah berisi botol-botol vaksin virus corona (Covid-19) Moderna dari cold storage, kini telah ditangkap atas tiga tuduhan kejahatan.

Dikutip dari laman Russia Today, Jumat (1/1/2021), kepolisian setempat mengatakan pegawai rumah sakit itu ditangkap pada hari Kamis kemarin terkait tuduhan 'tingkat pertama' karena secara sengaja membahayakan keselamatan, memalsukan resep obat, dan tindakan kriminal merusak properti kesehatan.

Hal yang dilakukan pegawai yang berprofesi sebagai apoteker itu disebut sebagai tindak pidana.

Ia saat ini ditahan di Penjara Ozaukee, namun nama apoteker tersebut belum dirilis ke publik.

Sementara itu, Aurora Health, sebuah organisasi yang menjalankan operasional rumah sakit tempat insiden itu terjadi, mengungkapkan pada hari sebelumnya bahwa apoteker itu telah dipecat.

Baca juga: Pfizer Jadi Vaksin Pertama di Dunia yang Terima Izin Penggunaan Darurat dari WHO

Sebelumnya, pada penyelidikan awal menunjukkan bahwa ia telah 'secara tidak sengaja' meninggalkan masing-masing wadah berisi 10 dosis vaksin setelah mengeluarkan dari lemari es.

Botol-botol berisi vaksin itu pun rusak dan terpaksa harus 'dibuang' karena tidak efektif dan aman untuk vaksinasi.

Namun pada akhirnya, apoteker ini mengakui secara tertulis bahwa ia melakukan hal tersebut secara sengaja.

Pengakuan ini yang mendorong Aurora Health memecat apoteker itu dan menyampaikan hal ini kepada pihak berwenang, termasuk Agen Investigasi Federal (FBI).

Kendati demikian, belum terungkap motif apa yang ada dibalik aksi apoteker itu.

Perlu diketahui, ada dua vaksin yang saat ini disetujui penggunaannya dalam melawan Covid-19 di AS, yakni Moderna dan Pfizer.

Kedua vaksin itu harus disimpan dalam cold storage, sebelum diberikan kepada calon penerima.

Vaksin yang 'dibuang' oleh apoteker itu merupakan vaksin yang diproduksi perusahaan farmasi Moderna yang bermarkas di Massachusetts, AS.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, vaksin Moderna harus tiba dalam kondisi beku dengan suhu antara minus 25 derajat Celcius hingga minus 15 derajat Celcius atau setara minus 13 derajat Fahrenheit hingga 5 derajat Fahrenheit.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini