News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Punya Banyak Cacat Produk, Jet Siluman F-35 Hadapi Masalah Serius

Editor: Setya Krisna Sumarga
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Jet tempur siluman baru Israel, F-35, buatan Lockheed Martin, AS, dalam terbang uji coba. (Foto: Dok)(Lockheed Martin/Jerusalem Post)

TRIBUNNEWS.COM, MOSKOW – Prospek produksi jet tempur siluman F-35 atau juga kerap disebut Joint Strike Fighter (JSF) menunjukkan tanda-tanda suram.

Departemen Pertahanan AS awal Januari 2021 memutuskan produksi skala penuh jet tempur tercanggih di dunia ini ditangguhkan karena tantangan teknis dan dampak pandemi Covid-19.

Keputusan itu datang hanya empat bulan setelah Wakil Menhan Ellen Lord, secara percaya diri mengatakan jet tempur F-35 terbaru akan menyelesaikan pengujiannya pada Maret 2021.

Kolumnis Ali Demirdas menulis ulasannya di laman Sputniknews, Minggu (24/1/2021). Demirdas ini seorang profesor hubungan internasional dan analis politik.

Baca juga: Jet Tempur Terbaru Rusia Diklaim Bisa Hancurkan F-35 AS dalam Perang 1 Lawan 1 tapi . . .

Baca juga: 10 Jet Tempur Paling Populer di Dunia, F-16 Teratas

Ia sarjana Fulbright, sebelum memperoleh gelar doktor dalam ilmu politik dari University of South Carolina, AS.

Dia mengajar politik Timur Tengah di College of Charleston di South Carolina (2011-2018). Tulisan-tulisan Demirdas diterbitkan antara lain di Jerusalem Post, National Interest, Responsible Statecraft, Fair Observer, dan lain-lain.

Bencana Multitriliun Dolar AS Proyek Jet Tempur F-35

Menurut Demirdas, keputusan penundaan itu menambah "bencana" multi-triliun dolar akan terus memusingkan Dephan dan negara-negara mitra.

Ketidakmampuan program untuk beralih ke alat produksi tingkat penuh, menurut analis pertahanan Anthony Capaccio, menunjukkan pesawat ini tidak akan dianggap efektif melawan ancaman tingkat tertinggi.

Ia tidak dapat memenuhi tujuan pemeliharaannya dan tidak dapat digunakan, serta tidak diproduksi secara efisien.

Masa depan program F-35 JSF pun menurut Demirdas terlihat sangat suram. Menurut USAF, ada 883 cacat yang terdeteksi.

Sebanyak 13 dianggap kategori 1 (paling serius) yang dapat menyebabkan kematian, cedera parah, atau penyakit akibat kerja yang parah; dapat menyebabkan kerugian atau kerusakan besar pada sistem senjata.

Cacat itu secara kritis juga membatasi kemampuan kesiapan tempur dari organisasi yang menggunakan, atau mengakibatkan penghentian jalur produksi.

Cacat seperti itu termasuk senapan Gatling yang dipasang tidak seimbang yang menyebabkan retakan di badan pesawat.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini