"Kami tidak mempercayai siapa pun saat ini, terutama mereka yang berseragam," kata Myo Ko Ko, seorang anggota patroli sipil di Yangon, kepada kantor berita AFP.
Di dekat stasiun kereta pusat kota, penduduk memalangkan batang pohon ke jalan memblokir kendaraan polisi dan mengawal petugas yang berusaha mengembalikan karyawan kereta api yang mogok untuk bekerja.
Tin Myint, seorang warga Yangon, termasuk di antara kerumunan yang menangkap dan menahan empat orang yang diduga melakukan penyusupan ke lingkungan mereka.
"Kami pikir militer bermaksud menyebabkan kekerasan dengan para penjahat ini dengan menyusupkan ke aksi protes damai," katanya.(Tribunnews.com/Aljazeera/xna)
Baca tanpa iklan