Selama beberapa menit, pria itu tampak ragu sebelum melompat ke dalam tungku.
"Kami merasa sangat menyesal atas kematiannya."
"Kami secara proaktif menenangkan emosi keluarganya dan melakukan bimbingan psikologis untuk pekerja kami," pernyataan perusahaan Baogang Group.
Kepada SCMP, seorang rekan mengatakan Wang memperdagangkan saham dan futures atau kontrak berjangka.
Baca juga: RI Usul Dibuat Mekanisme Terstruktur Soal Penempatan ABK WNI di Kapal Ikan China
Wang, kata rekan itu, belum menikah dan memang dikenal tertutup.
Polisi mengira Wang bunuh diri karena dia telah mengambil pinjaman besar.
Nahasnya pada Rabu, dia kehilangan 60.000 yuan atau sekira Rp 133 juta di pasar saham.
Baogang Group didirikan pada tahun 1954, merupakan produsen baja utama dan produsen logam tanah jarang terbesar di China.
Asetnya bernilai sekitar Rp 402 triliun dan memiliki lebih dari 48.000 karyawan.
(Tribunnews/Ika Nur Cahyani)