News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Virus Corona

India Catat Lebih dari 4.000 Kematian akibat COVID-19 dalam Sehari

Penulis: Rica Agustina
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Kremasi di New Delhi pada 27 April 2021 - India mencatat 4.187 kematian baru akibat virus corona (COVID-19) dalam sehari membuat jumlah kematian keseluruhan di India menjadi 238.270 jiwa.

TRIBUNNEWS.COM - India mencatat lebih dari 4.000 kematian akibat virus corona (COVID-19) dalam sehari untuk pertama kalinya, kata pemerintah pada Sabtu (8/5/2021).

Dikutip dari Channel News Asia, sebanyak 4.187 kematian baru membuat jumlah kematian keseluruhan di India menjadi 238.270 jiwa sejak pandemi dimulai.

Pemerintah menambahkan, 401.078 kasus baru COVID-19 telah teridentifikasi dalam 24 jam sehingga jumlah kasus keseluruhan hampir 21,9 juta.

Meski angka kematian sangat tinggi dan telah memecahkan rekor baru, para ahli menyatakan keraguan tentang jumlah tersebut.

Menurut para ahli, angka riil kematian akibat COVID-19 di India jauh lebih tinggi dari yang dilaporkan pemerintah.

Selain itu, sebelumnya para ahli memprediksi infeksi dapat memuncak antara 3 Mei hingga 5 Mei 2021.

Baca juga: Menhub Imbau Masyarakat Tidak Mudik Agar Tak Terjadi Gelombang Covid-19 Seperti di India

Akan tetapi, India mungkin tidak mencapai puncak dalam lonjakannya saat ini hingga akhir Mei 2021.

Lebih lanjut, untuk saat ini situasi di kota-kota besar New Delhi dan Mumbai telah stabil, dengan suplai oksigen ekstra yang dikirim dan tempat tidur rumah sakit baru yang dibuka.

Namun demikian, lain halnya dengan situasi di negara bagian selatan dan daerah pedesaan, COVID-19 menyebar sangat cepat di wilayah tersebut.

Di Karnataka, yang mencakup pusat TI utama Bengaluru sekaligus kota terbesar ketiga di India, telah memberlakukan lockdown selama dua minggu di seluruh negara bagian mulai Senin.

Di Bangalore, yang mengalami 1.907 kematian akibat virus corona pada bulan April, telah mencatat lebih dari 950 kematia hanya dalam tujuh hari pertama bulan Mei.

Kekurangan oksigen dan tempat tidur perawatan kritis menjadi penyebab atas peningkatan drastis kematian.

"Masalahnya adalah permintaan yang begitu tinggi sehingga kami membutuhkan oksigen yang konstan," kata dokter Sanjay Gururaj, direktur medis di Rumah Sakit dan Pusat Penelitian Shanti.

Baca juga: Update Corona Global 8 Mei 2021: Infeksi Covid-19 di India 21,8 Juta dan Kasus Aktif 3,7 Juta

Rumah Sakit dan Pusat Penelitian Shanti diketahui mengirimkan truk dua kali sehari ke pabrik oksigen di pinggiran kota untuk membawa kembali 12 tabung oksigen berukuran jumbo.

"Dalam waktu normal, kebutuhan tabung oksigen itu akan bertahan lebih dari dua minggu, tetapi sekarang hanya bertahan lebih dari sehari," jelas dokter Sanjay Gururaj.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini