TRIBUNNEWS.COM - Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menyalahkan Amerika Serikat atas situasi keamanan negara yang memburuk setelah AS "tiba-tiba" memutuskan untuk menarik pasukannya.
Selama rapat yang membahas rencana keamanan Afghanistan di hadapan Parlemen pada Senin (2/8/2021), Ghani menuturkan sitausi di negara tersebut akan terkendali dalam waktu enam bulan.
Dilansir Al Jazeera, ia juga mengatakan bahwa AS telah menjanjikan dukungan penuh.
Baca juga: 2.500 Warga Afghanistan yang Bantu Militer Asing selama Perang Dievakuasi ke AS
Baca juga: Mantan Agen CIA Menilai Amerika Serikat Sia-sia Dalam Perang di Afghanistan dan Irak
Seperti diketahui, saat ini secara intens Taliban terus menggempur keamanan Afghanistan dan telah menguasi beberapa wilayah negara yang dilanda perang tersebut.
"Alasan dibalik situasi kami saat ini adalah bahwa keputusan itu diambil secara tiba-tiba," kata Ghani kepada Parlemen, soal situasi keamanan Afghanistan yang dilanda kritis sejak Pasukan AS ditarik.
Ghani menambahkan dirinya telah memperingatkan Washington bahwa penarikan Pasukan AS akan memiliki konsekuensi.
Di sela pidatonya, Ghani menegaskan bahwa dia akan memprioritaskan keselamatan rakyat.
Setelah pidatonya, kedua majelis parlemen mengeluarkan pernyataan bersama, menyatakan dukungan penuh mereka untuk rencana keamanan Ghani.
Baca juga: Afghanistan Berlakukan Jam Malam di 31 Provinsi untuk Membatasi Pergerakan Taliban
Baca juga: AS Terbangkan Ribuan Warga Afghanistan yang Pernah Membantunya Semasa Perang
Taliban: omong kosong
Sebagai tanggapan, kelompok Taliban merilis sebuah pernyataan kepada media, menyebut pernyataan Ghani "omong kosong" dan mengatakan "waktunya sudah berakhir".
“Ghani berusaha mengendalikan keadaan,” kata pernyataan itu.
“Negara telah memutuskan untuk mengadili para pengkhianat nasional dan membawa mereka ke pengadilan. Deklarasi perang, membuat tuduhan dan memberikan informasi palsu tidak dapat memperpanjang hidup Ghani,” katanya.
“Waktunya sudah habis, insya Allah.”
Baca juga: Warga Afganistan Berbondong Bikin Paspor untuk Menyelamatkan Diri dari Taliban
Kota-kota Besar Afganistan Terancam Direbut Taliban