Namun ia memutuskan untuk sementara waktu meninggalkan tempatnya mengabdi, demi membantu mengorganisir kelompok relawan, saat gelombang ketiga infeksi Covid-19 melanda Myanmar pada Juni lalu.
Kumara pun merupakan penyintas Covid-19, namun ia memutuskan untuk menjauhkan diri.
Karena dirinya mengetahui bahwa masyarakat sudah menjadikan Covid-19 sebagai hal yang sangat mengerikan.
"Orang-orang tidak suka ambulans parkir di depan rumah mereka. Mereka kabur dan langsung menutup hidung, mereka pikir ambulans kami membawa virus," kata Kumara.
Baca tanpa iklan