Para pelaku memaksa mereka berhubungan seks dengan iming-iming mempertahankan pekerjaan, mendapatkan bayaran atau mendapatkan posisi yang lebih baik. Beberapa dari mereka yang menolak akhirnya diberhentikan dari pekerjaan.
Wakil ketua investigasi Aichatou Mindaoudou mengatakan bahwa beberapa utusan WHO yang ada di level atas sadar akan apa yang sedang terjadi namun tidak bertindak.
artikel ini sudah tayang di KONTAN, dengan judul: Menyedihkan, 21 petugas WHO lakukan pelecehan seksual selama menangani Ebola di Kongo
Baca tanpa iklan