Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fitri Wulandari
TRIBUNNEWS.COM, PUTRAJAYA - Banyak warga Malaysia yang kini semakin peduli terhadap kesehatannya dengan melakukan tes mandiri antigen virus corona atau Covid-19 sebelum keluar rumah, termasuk menghadiri pertemuan yang melibatkan lebih dari 2 orang.
Seperti yang dilakukan seorang insinyur bernama Shahid Ahmad.
Ia memastikan dirinya negatif Covid-19 melalui tes mandiri di rumah sebelum melakukan pertemuan.
"Sudah menjadi kebiasaan keluarga saya untuk melakukan ini sebelum mengadakan pertemuan keluarga. Bahkan, jika beberapa gagal menunjukkan hasil tes mereka, mereka tidak akan diizinkan untuk bergabung karena kedua orang tua kami memiliki penyakit penyerta (komorbid), jadi ini penting bagi kami," kata pemuda berusia 25 tahun itu.
Perlu diketahui, komorbiditas mengacu pada dua atau lebih penyakit atau kondisi medis pada pasien.
Sama seperti yang dilakukan Shahid, Madam Catrina Lim Pei Yee juga berbagi pandangannya bahwa tes mandiri secara rutin ini adalah hal yang sangat penting.
Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Ingatkan Masyarakat Tak Lengah untuk Cegah Gelombang Ketiga Covid-19
"Saya seorang ibu rumah tangga dan telah menghabiskan satu tahun lebih terkurung di rumah, jadi bisa anda bayangkan betapa bahagianya saya sekarang karena kami diizinkan untuk berkumpul. Tapi kekhawatiran itu tetap ada, itulah sebabnya saya dan teman-teman saya memastikan untuk menguji diri kita terlebih dahulu sebelum hang out," kata Pei Yee.
Perempuan berusia 37 tahun itu menyebut langkah ini merupakan latihan tanggung jawab sosial yang baik.
"Karena salah satu teman kami pernah dinyatakan positif sebelum kami bertemu dan dia tidak menunjukkan gejala. Saya tidak bisa membayangkan jika kami bertemu tanpa memeriksanya lewat tes mandiri. Inilah mengapa saya merasa langkah ini sangat penting. untuk menguji diri kita sesering yang kita bisa, terutama jika kita mampu," tegas Pei Yee.
Baca juga: Tidak Pernah Lockdown, Apa yang Buat RI Sukses Tekan Angka Kasus Covid-19?
Dikutip dari laman Straits Times, Kamis (11/11/2021), Shahid dan Pei Yee termasuk di antara kelompok warga Malaysia yang sedang berkembang maju karena berinisiatif menguji diri sendiri sebelum menghadiri agenda kumpul-kumpul, saat negara itu sedang mempersiapkan warganya untuk fase 'endemik'.
Fase di mana warga Malaysia harus bisa hidup berdampingan dengan virus dan menjalankan tanggung jawabnya sendiri.
Dalam upaya untuk mendorong pengujian mandiri secara teratur, pemerintah negara itu secara bertahap mulai menurunkan harga alat tes agar lebih terjangkau bagi masyarakat.
Alat tes itu kini tersedia dengan harga yang murah yakni 6,90 ringgit Malaysia atau setara 2,24 dolar Singapura per unit, alat ini dijual di supermarket, toko serba ada serta pompa bensin di seluruh Malaysia.
Baca juga: Sertifikat Vaksin Covid-19 Tidak Muncul di Aplikasi PeduliLindungi, Berikut Cara Menanganinya
Sebelumnya pada 28 Oktober lalu, total 2.570 tempat usaha telah diizinkan untuk menjual alat tes mandiri.
Baca tanpa iklan