News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kentucky Amerika Serikat Diterjang Tornado, Setidaknya 70 Orang Tewas

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Miftah
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Bendera nasional AS berkibar di antara kerusakan akibat tornado setelah cuaca ekstrem melanda wilayah itu di Bowling Green Kentucky, 11 Desember 2021.

TRIBUNNEWS.COM - Diprediksi setidaknya 70 orang tewas di Kentucky, Amerika Serikat setelah 18 tornado menerjang wilayah tersebut pada Jumat (10/12/2021) malam waktu setempat.

Dilansir Daily Mail, Gubernur Kentucky Andy Beshear menyebut pada Sabtu siang bahwa korban sudah mencapai 70 orang dan kemungkinan akan melebihi 100 orang.

"Saya yakin ini menjadi tornado paling mematikan yang pernah melintasi Kentucky," tambahnya.

"Kejadian ini tak terlukiskan. Tingkat kehancuran tidak seperti apa pun yang pernah saya lihat."

Perkiraan awal jumlah korban menunjukkan bahwa tragedi itu menjadi serangan tornado paling mematikan di Kentucky dalam lebih dari satu abad.

Pada 1890, angin puting beliung menewaskan 76 orang di daerah Louisville.

Satu di antara puluhan tornado yang melanda diperkirakan memiliki jalur kerusakan lebih dari 320 km, yang akan mendekati atau melampaui rekor global sepanjang masa.

Pusat kehancuran berada kota Mayfield, sebuah kota kecil berpenduduk sekitar 10.000 orang di bagian paling barat Kentucky, di mana Negara Bagian Bluegrass berbatasan dengan Illinois, Missouri dan Arkansas.

Dalam pandangan udara ini, rumah-rumah hancur parah setelah tornado melanda daerah itu pada malam sebelumnya pada 11 Desember 2021 di Mayfield, Kentucky. (Scott Olson/Getty Images/AFP)

Seluruh blok rata, menara gedung pengadilan rumah dan bangunan lainnya rusak parah, batang pohon hancur dan batu bata berserakan di jalan-jalan.

Atap pabrik lilin runtuh di Mayfield, mengakibatkan 'korban massal' menurut Beshear.

Ia mengatakan 110 orang bekerja di pabrik itu, dan hanya 40 yang berhasil diselamatkan hidup-hidup dari puing-puing pada Sabtu tengah hari.

Di tempat lain, di selatan Illinois, pihak berwenang mengatakan sedikitnya dua orang tewas dan hingga 50 orang terperangkap setelah atap runtuh di gudang Amazon dekat St. Louis Jumat malam, ketika tornado dan badai kuat bertiup di daerah itu.

Sedikitnya dua orang tewas dan lima orang terluka ketika tornado menghancurkan atap sebuah panti jompo di Monette di Arkansas utara dan satu orang lagi tewas di Missouri.

Tiga orang lagi tewas dalam cuaca buruk di Tennessee, kata Dean Flener, juru bicara Badan Manajemen Darurat negara bagian itu.

Asal usul tornado merupakan bagian dari serangkaian badai petir malam sebelumnya, termasuk badai sel super yang terbentuk di timur laut Arkansas.

Badai itu bergerak dari Arkansas dan Missouri dan ke Tennessee dan Kentucky.

Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Presiden Joe Biden telah diberitahu tentang bencana itu dan akan menerima pengarahan lebih lanjut.

"Presiden telah mengarahkan agar sumber daya Federal segera digelontorkan ke lokasi-lokasi di mana ada kebutuhan terbesar untuk meringankan penderitaan akibat konsekuensi yang menghancurkan dari badai ini," kata Gedung Putih.

Sayangnya, tanggapan darurat terhambat akibat pemadaman listrik yang meluas.

Ratusan ribu warga tidak mendapat aliran listrik di beberapa negara bagian pada hari Sabtu.

Bendera nasional AS berkibar di antara kerusakan akibat tornado setelah cuaca ekstrem melanda wilayah itu di Bowling Green Kentucky, 11 Desember 2021. (Gunnar Word / AFP)

Sementara itu, sedikitnya 100 kendaraan darurat turun ke gudang Amazon dekat Edwardsville, Illinois, sekitar 25 mil sebelah timur St. Louis, di mana tembok yang panjangnya sekitar lapangan sepak bola runtuh, begitu pula atap di atasnya.

Belum diketahui berapa banyak orang yang terluka, tetapi satu orang diterbangkan dengan helikopter ke rumah sakit.

Kepala Polisi Edwardsville, Mike Fillback mengatakan beberapa orang yang berada di gedung itu dibawa dengan bus ke kantor polisi di dekat Pantai Pontoon untuk dievaluasi.

Hingga Sabtu pagi, kru penyelamat masih memilah-milah puing-puing untuk menentukan apakah ada orang yang terperangkap di dalam.

Fillback mengatakan prosesnya akan berlangsung selama beberapa jam.

Crane dibawa untuk membantu memindahkan puing-puing.

Fillback mengkonfirmasi pada konferensi pers Sabtu pagi bahwa ada lebih dari satu kematian, setidaknya dua di fasilitas Amazon.

Ia mengatakan pihak berwenang masih bekerja untuk memastikan berapa banyak orang yang berada di fasilitas itu ketika rusak.

Namun ia yakin jumlahnya sekitar 50.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini