News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kunjungan Jokowi ke Rusia dan Ukraina

Bicara Upaya Perdamaian Ukraina-Rusia Pasca Kunjungan Jokowi, Dino Patti Djalal Ungkap Tantangannya

Penulis: Willem Jonata
Editor: Wahyu Aji
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Foto Presiden Jokowi saat bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy (kiri) dan Foto Presiden Jokowi saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan).

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willem Jonata

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dino Patti Djalal meyakini kunjungan Presiden Jokowi ke Ukraina dan Rusia Kunjungan Presiden memberikan dinamika baru bagi proses perdamaian kedua negara.

Terutama sejak upaya perdamaian yang dirintis PBB dan Presiden Turki tersendat.

"Misi perdamaian ini adalah awal yang baik dan menimbulkan harapan," demikian kicau mantan wakil menteri luar negeri RI Dino Patti Djalal di akun Twitter-nya.

Namun, dalam kicauan selanjutnya, Dino menyebut tantangan utama dalam upaya perdamaian tersebut.

Menurut dia, Rusia belum tertarik untuk mengakhiri perang di Ukraina.

"Ini terbukti dari aksi militernya di Ukraina yang kini semakin gencar. Prioritas Rusia saat ini bukan perdamaian namun utk scr militer taklukkan dan kuasai Ukraina," ucap Dino.

Yang disampaikan Dino Patti Djalal tentu bukan isapan jempol.

Tak lama sebelum Jokowi bertemu Putin, NDTV memberitakan bahwa rudal Rusia menghantam sebuah gedung apartemen dan dua kamp liburan di dekat pelabuhan Odesa, di Laut Hitam Ukraina pada Jumat pagi,  waktu setempat.

Serangan itu menewaskan sedikitnya 18 orang dan melukai puluhan lainnya, kata pihak berwenang Ukraina.

Pejabat darurat wilayah Odesa Ihor Budalenko mengatakan kepada televisi lokal, dalam kejadian itu tercatat 41 orang telah diselamatkan.

Hingga kini, kata Budalenko, upaya penyelamatan masih berlangsung untuk menemukan orang-orang yang masih terjebak di gedung tempat 152 orang tinggal.

"Ini adalah serangan rudal Rusia yang memang ditargetkan untuk (membangun) teror terhadap kota-kota kami, warga kami baik dewasa maupun anak-anak," kata kata Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy seperti dikutip euronews.

Baca juga: KLARIFIKASI Mantan Wamenlu Dino Patti Usai Kritik Misi Damai Jokowi ke Rusia

Namun, Rusia telah membantah menargetkan warga sipil sejak menginvasi Ukraina pada akhir Februari dalam apa yang disebutnya "operasi khusus" untuk mendemiliterisasi tetangganya.

Kendati demikian, dalam keterangan persnya, Dino Patti Djalal melihat ada itikad berbeda antara Zelenskyy dan Putin. 

Menurut dia, dari pembicaraan Presiden Jokowi dengan Presiden Zelensky dan Presiden Putin, hanya Presiden Zelensky yang menyambut baik dan merespons misi perdamaian ini.

Itu terlihat dari adanya pesan Presiden Zelenskyy pada presiden Putin melalui Presiden Jokowi. Zelenskyy juga menyatakan menghargai posisi, sikap dan upaya Presiden Jokowi.

“Tetapi kita lihat, sewaktu di Moskow, Presiden Putin dalam konferensi pers sama sekali tidak menyebut mengenai misi perdamaian. Yang dirujuk hanya soal hubungan ekonomi Indonesia-Rusia, soal ekspor gandum. Tidak ada sama sekali merujuk pada misi perdamaian Presiden Jokowi,” kata Dino.

Putin, menurut Dino, bahkan terus melanjutkan aksi militer dan perang di Ukraina.

“Jadi, dari segi misi perdamaian, saya tidak melihat adanya terobosan. Karena kalau misi perdamaian, itu berarti konsep perdamaian diterima kedua pihak, baik Ukraina maupun Rusia. Sementara di sini, yang responsif hanya Ukraina. Presiden Putin sama sekali tidak merespons gagasan atau upaya perdamaian dari Indonesia ini,” terang Dino.

Namun, tambah Dino, tidak perlu berkecil hati apabila kedatangan Jokowi ke Ukraina dan Rusia menemui kedua pemimpin negara, tak membuahkan hasil terkait misi perdamaian.

“Tentu kita tidak perlu kecil hati, karena Sekjen PBB pun macet, tidak ada terobosan yang signifikan. Demikian pula upaya dari Presiden Turki, Erdogan,” tandasnya.

Usulkan Yuddy Chrisnandi

Saat ini seluruh dunia menanyakan apakah upaya misi perdamaian Indonesia ini akan berlanjut, atau dengan kata lain apakah serius dan akan berlanjut?

Untuk itu, kata Dino, kalau memang serius dan mau berlanjut, tentu harus ada langkah-langkah berikutnya.

“Karena proses perdamaian, di mana pun di dunia ini, memerlukan sikap yang konsisten dan persisten, yang gigih. Tidak ada perdamaian yang tercapai hanya dalam satu kunjungan, atau dalam satu dua hari,”kata diplomat yang pernah menempati pos duta besar Amerika Serikat itu.

Mantan Duta Besar RI untuk Ukraina, Yuddy Chrisnandi berpose usai wawancara ekslusif dengan Tribun Network di Kantor TribunnewsBogor.com, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (28/2/2022). Pada kesempatan tersebut, Yudi Chrisnandi menyerukan agar Pemerintah Indonesia mengambil langkah-langkah inisiatif untuk menengahi konflik bersenjata Rusia dan Ukraina. Tribunnews/Jeprima (Tribunnews/Jeprima)

Dino menunjuk contoh bagaimana upaya Indonesia mendamaikan konflik di Kamboja yang memakan waktu bertahun-tahun, dengan kegigihan Indonesia yang luar biasa saat itu.

Untuk itu, menurut Dino, perlu ditunjuk suatu spesial envoy yang bisa fokus melakukan follow up terhadap hal-hal yang digarap Presiden dalam kunjungan ke Rusia dan Ukraina, yang juga melakukan komunikasi dengan pihak lain di dunia internasional yang ikut terlibat.

Pada kesempatan lain, dalam sebuah wawancara televisi, Dino mengusulkan posisi itu ditempati mantan Duta Besar Indonesia untuk Ukraina, Georgia dan Armenia, Yuddy Chrisnandi.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda

Berita Populer

Berita Terkini