News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Wabah Ebola

Fakta-fakta Wabah Ebola di Uganda, Apakah Ada Vaksin dan Mengapa Begitu Serius?

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Facundo Chrysnha Pradipha
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

virus Ebola. - Berikut fakta-fakta terkait wabah Ebola yang melanda Uganda, Afrika Timur, mengapa wabah ini begitu serius hingga apa ada vaksin untuk penyakit ini?

Fokusnya adalah pada pelacakan kontak - menemukan mereka yang pernah dekat dengan pasien, terutama mereka yang menghadiri pemakaman komunitas.

Fasilitas perawatan dengan 51 tempat tidur beroperasi di distrik Mubende, pusat wabah. Fasilitas kedua akan segera didirikan.

Baca juga: Ancaman Omicron, Asosiasi Medis Dunia Ingatkan Varian Baru Covid-19 Sama Mematikannya dengan Ebola

Presiden Uganda Yoweri Museveni saat tiba di Addis Ababa, Ethiopia, untuk mengikuti KTT Uni Afrika. - Berikut fakta-fakta terkait wabah Ebola yang melanda Uganda, Afrika Timur, mengapa wabah ini begitu serius hingga apa ada vaksin untuk penyakit ini?

Presiden Museveni mengatakan dua laboratorium bergerak akan dikirim ke Mubende pada Jumat (14/10/2022).

Dengan demikian, orang tidak perlu melakukan perjalanan untuk tes dan berisiko menyebarkan virus.

Petugas medis telah menyatakan keprihatinan tentang kurangnya alat pelindung diri (APD) yang memadai seperti sarung tangan dan masker.

Mereka juga menyerukan agar wilayah yang terkena dampak dikarantina.

Namun, Presiden Museveni mengesampingkan pembatasan.

Dia sempat menyebut Evola tidak menyebar seperti virus Corona.

Menurutnya, Ebola bukan penyakit yang ditularkan melalui udara.

Dia mengatakan pasar, sekolah, dan tempat ibadah akan tetap buka, tetapi mendesak orang untuk menjaga kebersihan pribadi dan menghindari kontak dekat.

5. Bagaimana Ebola menyebar?

Ebola melompat ke manusia dari hewan yang terinfeksi, seperti simpanse, kelelawar buah, dan kijang hutan.

Daging semak - hewan hutan liar yang diburu untuk konsumsi manusia - dianggap sebagai reservoir alami virus.

Kemudian menyebar di antara manusia melalui kontak langsung dengan cairan tubuh yang terkontaminasi - darah, air liur, muntah, air mani, keputihan, urin, kotoran dan keringat.

Pria yang telah pulih dari Ebola juga ditemukan menyimpan virus dalam air mani mereka selama beberapa waktu setelah pemulihan.

Baca juga: Tangani Ebola di Kongo, 21 Petugas WHO Terlibat Pelecehan Seksual

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini