Tak lama setelah pemungutan suara, Castillo ditangkap oleh aparat kepolsiian.
Kongres pun melantik mantan wakil presiden Peru, Dina Boluarte sebagai presiden wanita pertama negara itu.
Para pengunjuk rasa berkumpul di Ibu Kota Lima untuk memberikan dukungan kepada Castillo, sementara yang lain merayakan pemecatannya.
Baca juga: Presiden Peru Pedro Castillo Dicopot dari Jabatannya karena Upaya Kudeta terhadap Konstitusi
8 Desember 2022
Lebih lanjut, seorang hakim Peru memerintahkan Castillo untuk ditahan selama tujuh hari.
Dikatakan bahwa pihak berwenang menyelidiki tuduhan pemberontakan dan konspitasi terhadapnnya.
Castillo ditahan di fasilitas polisi dekat Lima, tempat mantan Presiden Alberto Fujimori juga ditangkap.
Pendukung Castillo berpendapat, dia dicopot secara sewenang-wenang dari kursi kepresidenan atas tuduhan pemberontakan yang dibuat-buat.
"Jelas bahwa kejahatan pemberontakan tidak dilakukan karena tidak terwujud," kata salah satu pengacara Castillo.
Sementara itu, Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador mengungkapkan Castillo menelepon kantornya untuk meminta suaka di kedutaan negaranya.
Lopez mengabulkan permintaan tersebut.
Namun Castillo ditangkap sebelum tiba di kedutaan.
Sedangkan Boluarte, presiden baru Peru, memohon gencatan senjata setelah kekacauan politik pecah.
Awalnya, dia mengatakan akan menjalani sisa tiga setengah tahun masa jabatan Castillo sebagai presiden.