News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pagar perbatasan sasar migran ilegal, gajah dan satwa liar lain jadi korban

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Yunani dan Bulgaria sama-sama membarikade perbatasan mereka masing-masing dengan Turki. 

Hungaria membangun pagar sepanjang lebih dari 320 km di sepanjang perbatasannya dengan Serbia dan Kroasia. 

Slovenia membarikade Kroasia; Austria melakukan hal yang sama ke Slovenia; dan Makedonia Utara memasang penghalang logam sepanjang 37 km antara negaranya dengan Yunani.

Kecepatan pembangunan tembok-tembok ini semakin meningkat setelah invasi Rusia ke Ukraina. 

Pada Agustus tahun ini, Lituania menyelesaikan pagar sepanjang sekitar 480 km dari perbatasannya dengan sekutu Rusia, Belarusia, melengkapi pagar serupa di perbatasan Rusia

Pada Oktober, partai-partai politik utama Finlandia  menyetujui rencana pembangunan pagar di perbatasan negara itu, sepanjang 1.300 km dengan Rusia untuk menghentikan arus orang buangan yang melarikan diri dari wajib militer Rusia. 

"Hasil dari semua ini adalah, Eropa kini semakin memisahkan diri secara ekologis dari timur," kata Linnell.

Pada saat yang sama, AS berusaha menghambat migran Amerika Latin dengan menutup perbatasan AS-Meksiko sepanjang 3.200 km dengan pagar dan tembok. 

Namun dengan melakukan itu, AS juga menyegel kawanan satwa liar. 

Perbatasan tersebut dianggap membagi dua 120 spesies mamalia yang tidak terbang, banyak di antaranya telah lama melakukan perjalanan antara Sierra Madre Occidental di Meksiko dan Pegunungan Rocky, kata Ron Pulliam dari University of Georgia dan organisasi non-profit Borderland Restoration Network.

Hambatan tersebut berisiko menggagalkan kembalinya jaguar ke barat daya AS, kata Pulliam. 

Kucing besar itu telah punah di utara perbatasan sampai beberapa jaguar baru-baru ini dikolonisasi kembali dari Meksiko. 

Tetapi dia memperingatkan bahwa kehadiran hewan di AS "sekali lagi akan menjadi hantu jika penghalang yang ada saat ini dibiarkan tetap ada". 

Sementara itu, spesies oselot (macan tutul kurcaci), telah turun menjadi kurang dari seratus individu di AS. 

Banyak yang tinggal di Texas dan bergantung pada semak belukar di Lembah Rio Grande Bawah yang membentang melintasi perbatasan.

“Tembok perbatasan tanpa jeda dapat memutus lebih dari 34% spesies hewan darat dan air tawar asli AS yang tidak terbang dari 50% atau lebih jangkauan mereka yang terletak di selatan perbatasan,” menurut sebuah studi internasional yang  dipimpin oleh Robert Peters dan Jennifer Miller dari lembaga non-profit Defenders of Wildlife.

Stepa-stepa besar di Asia Tengah telah lama menjadi tempat migrasi beberapa herbivora terbesar di planet ini. 

Tetapi dengan meningkatnya ancaman keamanan dari Afghanistan dan penyelundupan yang merajalela di tempat lain, pemerintah negara-negara juga memasang ribuan kilometer pagar di sini. 

Mereka memblokir jangkauan dan migrasi antelop saiga, unta liar, kijang, keledai liar, beruang, macan tutul salju, harimau, cheetah, rusa, dan kuda Przewalski.

Beberapa upaya telah dilakukan untuk membuat pagar ramah terhadap satwa liar. Tetapi kesuksesan itu tidak merata. 

Pagar sepanjang 240 km yang memisahkan Kazakhstan dan Uzbekistan antara Laut Aral dan Kaspia didirikan pada 2011 untuk menggagalkan penyelundupan. 

Tapi itu juga menghalangi lebih dari satu juta antelop saiga, sisa-sisa populasi yang dulunya jauh lebih besar, bermigrasi antara padang rumput musim panas di Kazakhstan dan lahan musim dingin ke selatan di Uzbekistan. 

Hewan-hewan menghadapi kelaparan sebelum intervensi oleh kelompok konservasionis membujuk pejabat Kazakh untuk melepaskan kawat berduri terbawah di 125 titik di sepanjang pagar agar hewan-hewan bisa lewat.

Aksi yang diselesaikan pada 2016 ini dipuji sebagai kemenangan konservasi. Namun hingga saat ini, meski jumlah saiga telah pulih di Kazakhstan setelah meredanya epidemi penyakit bakteri dan patroli yang lebih baik terhadap perburuan liar, hewan tersebut jarang menemukan atau menggunakan celah tersebut, menurut Eleanor Milner-Gulland, dari Universitas Oxford dan Saiga Conservation Alliance. 

Terkadang, pagar perbatasan malah dimaksudkan untuk menghentikan hewan daripada manusia. 

China membangun pagar sepanjang 4.670 km di sepanjang perbatasannya dengan Mongolia, melalui Gurun Gobi, sebagian untuk mencegah serigala Mongolia memangsa ternak di China. 

Tapi itu juga menghalangi migrasi musiman keledai liar. 

Botswana membangun pagar listrik sepanjang 480 km di perbatasannya dengan Zimbabwe untuk mencegah ternak yang terinfeksi penyakit mulut dan kuku. 

Namun pagar itu berdampak besar pada pergerakan lintas batas beberapa spesies liar paling ikonik di kawasan itu, termasuk jerapah, gajah, dan zebra.

Batas-batas antarnegara ini sesungguhnya tidak harus permanen. 

Pada 2015, Slovenia memasang pagar kawat berduri sepanjang 190 km melalui Pegunungan Dinaric di perbatasannya dengan Kroasia, untuk memblokir rute yang digunakan para pengungsi. 

Tapi pagar itu juga memisahkan populasi gunung serigala Eurasia, beruang coklat, dan lynx. 

Sebelum ada pagar, separuh kawanan serigala di kawasan itu memiliki wilayah jelajah yang melintasi perbatasan. 

Pagar "mungkin saja menjadi dorongan terakhir bagi populasi [serigala] dengan cepat menuju kepunahan", Linnell memperingatkan saat pagar sedang didirikan.

Pada musim panas ini, Slovenia mengumumkan bahwa pagar itu telah gagal mengekang pengungsi dan mengirimkan pasukan untuk merobohkannya

Setidaknya dalam kasus ini, satwa liar yang berakhir menang.

--

Artikel ini awalnya diterbitkan oleh Yale e360, dan diterbitkan ulang dengan izin. Versi bahasa Inggris artikel ini dengan judul How national border walls are splitting ecosystems apart dapat Anda baca di BBC Future.

[removed]!function(s,e,n,c,r){if(r=s._ns_bbcws=s._ns_bbcws||r,s[r]||(s[r+"_d"]=s[r+"_d"]||[],s[r]=function(){s[r+"_d"].push(arguments)},s[r].sources=[]),c&&s[r].sources.indexOf(c)<0){var t=e.createElement(n);t.async=1,t.src=c;var a=e.getElementsByTagName(n)[0];a[removed].insertBefore(t,a),s[r].sources.push(c)}}(window,document,"script","https://news.files.bbci.co.uk/ws/partner-analytics/js/fullTracker.min.js","s_bbcws");s_bbcws('syndSource','ISAPI');s_bbcws('orgUnit','ws');s_bbcws('platform','partner');s_bbcws('partner','tribunnews.com');s_bbcws('producer','indonesian');s_bbcws('language','id');s_bbcws('setStory', {'origin': 'optimo','guid': 'cxej9zy20ydo','assetType': 'article','pageCounter': 'indonesia.articles.cxej9zy20ydo.page','title': 'Pagar perbatasan sasar migran ilegal, gajah dan satwa liar lain jadi korban','published': '2022-12-31T07:05:51.735Z','updated': '2022-12-31T07:05:51.735Z'});s_bbcws('track','pageView');[removed]

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini