News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Kerja Sama antara Korea Utara dan Rusia akan Saling Menguntungkan, Ambisi Bisa Terwujud

Penulis: Muhamad Deni Setiawan
Editor: Nanda Lusiana Saputri
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Presiden Rusia Vladimir Putin menyambut pemimpin Korea Utara Kim Jong Un di pelabuhan Vladivostok di timur jauh Rusia pada 25 April 2019. Ketika Kim Jong Un tiba di Rusia untuk menghadiri pertemuan puncak dengan Vladimir Putin, kesepakatan antara keduanya akan saling menguntungkan.

TRIBUNNEWS.COM - Ketika pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, tiba di Rusia untuk menghadiri pertemuan puncak dengan Vladimir Putin, keduanya sepertinya tampak siap untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan.

Dilansir ABC News, Korea Utara membutuhkan kemampuan Rusia dalam pengembangan senjata baru.

Sementara Rusia sangat membutuhkan amunisi dan pasokan militer untuk dikirimkan sesegera mungkin.

Korea Utara memiliki artileri self-propelled dan rudal anti-tank yang digunakan dalam peperangan konvensional.

Baca juga: Sosok Orang Dalam Joe Biden yang Dianggap Moskow Jadi Kompor Perang Terbuka Rusia-Amerika Serikat

Pengiriman bisa dilakukan dengan cepat melalui jalur darat dengan menggunakan Kereta Api Najin-Hasan yang menghubungkan kedua negara.

Korea Utara dan Rusia juga memiliki sistem persenjataan serupa sehingga dapat segera digunakan.

Pengembangan senjata Korea Utara didasarkan pada sistem senjata bekas Uni Soviet.

Misalnya, kedua negara menggunakan cangkang berukuran sama, yang berarti pengiriman bisa langsung dilakukan ke garis depan.

Adapun Kim Jong Un, juga dapat memperoleh keuntungan dari kerja sama dengan Rusia.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengunjungi Istana Matahari Kumsusan di Pyongyang untuk memperingati ulang tahun ke-75 berdirinya Korea Utara (STR / KCNA VIA KNS / AFP)

Negara yang dipimpin oleh Vladimir Putin itu dapat menyediakan berbagai kebutuhan Korea Utara.

Mencakup makanan, energi, dan pupuk, yang semuanya merupakan barang ekspor utama Rusia.

Korea Utara, yang berada di tengah krisis pangan, akan mendapatkan keuntungan jika ekspor tersebut menjadi bagian dari kesepakatan.

Korea Utara juga ingin mengirimkan pekerjanya ke Rusia karena puluhan ribu pekerja di luar negeri harus pulang ke negaranya akibat sanksi PBB.

Gaji dari para pekerja di luar negeri merupakan sumber pendapatan yang cukup besar bagi Pyongyang.

Dalam foto kumpulan ini yang didistribusikan oleh agen Sputnik, Presiden Rusia Vladimir Putin memimpin pertemuan tentang pembangunan sosio-ekonomi Wilayah Smolensk melalui tautan video di Moskow, pada 9 September 2023. (Mikhail METZEL / POOL / AFP)

Perdagangan seperti itu juga akan menguntungkan Kremlin, karena banyak pemuda yang direkrut untuk berperang sehingga meninggalkan lubang besar bagi para pekerja untuk mendukung kegiatan ekonomi.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini