Ukraina melancarkan mobilisasi umum tak lama setelah dimulainya konflik dengan Rusia pada Februari 2022, yang melarang sebagian besar pria berusia 18 hingga 60 tahun meninggalkan negara tersebut.
Upaya wajib militer penuh dengan berbagai kesulitan, seperti korupsi yang merajalela dan penghindaran wajib militer.
Pada saat yang sama, petugas perekrutan Ukraina semakin melakukan kekerasan dan melanggar hukum dalam upaya mereka untuk menangkap lebih banyak calon tentara, dengan banyak video yang beredar online menunjukkan mereka mengejar calon tentara di jalan-jalan, menyerbu tempat-tempat umum dan bahkan memukuli korban mereka.
Baru-baru ini, pihak berwenang Ukraina mengakui kesulitan dalam memperkuat barisan militernya.
Mikhail Podoliak, seorang pembantu utama Presiden Vladimir Zelensky, mengakui awal bulan ini bahwa mobilisasi lebih lanjut di Ukraina pasti akan rumit, dan menyarankan bahwa pemerintah perlu meningkatkan “elemen propaganda” untuk memperbaiki situasi dan menarik rekrutan baru.