AS berharap perjanjian baru ini akan menjadi landasan untuk menerapkan visinya mengenai Gaza pascaperang yang pada akhirnya akan mengarah pada pembentukan negara Palestina.
AS ingin Gaza diperintah oleh Otoritas Palestina yang telah diubah, yang mengelola sebagian Tepi Barat yang diduduki Israel.
Tetapi, Israel ingin mempertahankan kendali keamanan secara keseluruhan di Jalur Gaza dan menolak negara-negara besar memaksakan pembentukan negara di wilayah tersebut.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)