News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Mengapa polisi Rusia menggerebek pesta seks?

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Mengapa polisi Rusia menggerebek pesta seks?

Rapper Vacio dipenjara selama 15 hari atas tuduhan hooliganisme dan dijatuhi denda sebesar Rp34 juta.

Adapun, Ivleeva dihukum denda Rp158 juta karena mengadakan pesta tersebut. Ivleeva dan para tamunya dikabarkan mengalami masalah setelah foto-foto pestanya diperlihatkan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Beberapa selebritas yang ikut serta dalam acara tersebut mengaku telah membatalkan penampilan mereka di media massa dan mendapat ancaman tuntutan pidana dari pengadilan.

Peristiwa ini terjadi usai Putin menggelorakan retorika “nilai-nilai tradisional” pasca pemilihan presiden yang membuatnya memenangkan masa jabatannya yang kelima.

'Intimidasi'

Penggerebekan yang terjadi baru-baru ini terhadap pesta seks mengikuti pola yang sama: polisi datang, memerintahkan semua orang untuk berbaring, dan mengambil rincian identitas semua orang.

Sebagian besar penggerebekan disiarkan oleh media pro-Kremlin, dan beberapa saluran televisi mengungkapkan informasi pribadi para peserta.

Tindakan keras ini tidak terbatas pada acara-acara publik. Setidaknya dalam dua kasus polisi muncul di sebuah pesta pribadi.

Beberapa tamu pria diancam akan dikirim untuk berperang di Ukraina, kata salah satu pengunjung pesta kepada BBC Rusia.

Setelah meningkatnya penggerebekan dan kebijakan mempermalukan peserta pesta seks di depan umum, penyelenggara pesta kini diselimuti ketakutan.

Februari lalu, pesta techno queer di Moskow yang terkenal di kalangan komunitas LGBTQ, Popoff Kitchen, dan Kinky Party yang bertema seks, mengumumkan bahwa mereka akan berhenti mengadakan acara apa pun di Rusia.

“Kami menerima peringatan bahwa mulai sekarang tidak ada acara yang berkaitan dengan tema seks,” kata penyelenggara Kinky Party dalam pernyataannya.

“Saya sepenuhnya menyadari bahwa kami adalah sebuah pertunjukan yang sempurna untuk menunjukkan bahwa pemerintah dapat menutup pesta yang paling terkenal sekalipun," kata Nikita Egorov-Kirillov dari Popoff Kitchen kepada BBC News Rusia.

"Pesta kami mustahil berlangsung jika kami tidak bisa menjamin keselamatan para tamu," tuturnya.

“Semua penggerebekan, intimidasi, penggalian informasi pribadi orang-orang hanya terjadi sekali, hanya itu, tapi Anda tidak akan bisa lagi meyakinkan orang-orang bahwa pesta Anda aman,” ucapnya.

!function(s,e,n,c,r){if(r=s._ns_bbcws=s._ns_bbcws||r,s[r]||(s[r+"_d"]=s[r+"_d"]||[],s[r]=function(){s[r+"_d"].push(arguments)},s[r].sources=[]),c&&s[r].sources.indexOf(c)<0){var t=e.createElement(n);t.async=1,t.src=c;var a=e.getElementsByTagName(n)[0];a.insertBefore(t,a),s[r].sources.push(c)}}(window,document,"script","https://news.files.bbci.co.uk/ws/partner-analytics/js/fullTracker.min.js","s_bbcws");s_bbcws('syndSource','ISAPI');s_bbcws('orgUnit','ws');s_bbcws('platform','partner');s_bbcws('partner','tribunnews.com');s_bbcws('producer','indonesian');s_bbcws('language','id');s_bbcws('setStory', {'origin': 'optimo','guid': 'cp9eg8vxxwlo','assetType': 'article','pageCounter': 'indonesia.articles.cp9eg8vxxwlo.page','title': 'Mengapa polisi Rusia menggerebek pesta seks?','author': 'Amalia Zatari, Anastasia Golubeva - BBC News Rusia','published': '2024-04-06T08:23:56.65Z','updated': '2024-04-06T08:23:56.65Z'});s_bbcws('track','pageView');

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini