Tapi apakah ada bukti bahwa vaping secara langsung menyebabkan kanker? Tidak ada! Karena saat ini belum diketahui seberapa besar dosis untuk menyebabkan kanker.
Di satu sisi, ragam penelitian berskala kecil menunjukkan,, penggunaan vaping dalam jangka pendek, alias kurang dari dua tahun, tidak menambah risiko kanker.
Namun penelitian terbaru dari Korea Selatan menunjukkan bahwa vape dapat meningkatkan risiko kanker dalam jangka panjang, terutama bagi mantan perokok konvensional.
Sebuah penelitian yang diterbitkan pada Maret lalu juga menemukan, pengguna vape dan perokok mengalami perubahan DNA pada sel-sel di mulut mereka.
Perubahan seperti itu juga dikaitkan dengan perkembangan kanker paru-paru pada perokok di masa depan, namun tidak membuktikan bahwa orang yang menggunakan vape pasti akan terkena kanker.
Merianos mengakui saat ini belum ada bukti menyeluruh untuk membuat kesimpulan tentang dampak kesehatan jangka panjang dari vaping, termasuk dampak kanker.
Temuan riset juga belum meyakinkan mengenai apakah vaping lebih berbahaya bagi sebagian orang dibandingkan orang lain, misalnya pada wanita hamil atau anak-anak.
rzn/as
Baca tanpa iklan