News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Pemilihan Presiden Amerika Serikat

Warga AS Ungkap Stres Hadapi Pemilihan Presiden Amerika Serikat, Khawatir Ada Kerusuhan

Penulis: Andari Wulan Nugrahani
Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sebanyak 75 juta masyarakat Amerika Sarikat telah memberikan suara pada periode awal pemungutan suara di tengah perasaan cemas, lelah dengan musim kampanye yang penuh kekerasan dan khawatir dengan kondisi demokrasi di negara mereka. - Rakyat Amerika merasakan stres menghadapi hari Pemilu ini, kini bersiap menerima hasilnya bahkan kemungkinan kerusuhan yang bakal pecah ke depannya.

Mereka mengatakan khawatir para ekstremis akan melakukan tindakan kekerasan jika mereka tidak senang dengan hasil pemilihan.

Beberapa pemilih mengatakan dalam wawancara bahwa mereka mencoba menyalurkan kecemasan mereka dengan membantu agar kandidat mereka mendapatkan suara.

Marshall, seorang Demokrat, menyuarakan sentimen yang hampir universal di seluruh perbedaan politik.

"Saya hanya ingin mimpi buruk ini berakhir," ucapnya.

Trump dan Harris akhiri kampanye mereka menjelang hari pemilihan

Trump dan Harris telah menyampaikan argumen penutup mereka masing-masing di Michigan dan Pennsylvania, sehari sebelum Hari Pemilihan.

Dikutip dari Al Jazeera, brikut ini yang perlu Anda ketahui:

  • Trump menggelar rapat umum di Grand Rapids, Michigan.

    Ia menutup kampanyenya tahun 2016 dan 2020 juga di sini.

    Calon Presiden dari Partai Republik ini meramalkan kemenangan besar, menyusul serangkaian klaim palsu tentang kecurangan pemilu yang meluas.
  • Trump menyatakan bahwa ia selamat dari upaya pembunuhan awal tahun ini karena Tuhan mempunyai rencana untuk menjadikannya presiden lagi.
  • Mantan Presiden AS ke-45 sekali lagi berupaya untuk memenangkan pemilih Muslim dan Arab di Michigan yang tidak puas dengan dukungan Harris terhadap perang Israel di Gaza.
  • Sementara itu, Calon Presiden dari Partai Demokrat, Kamala Harris berada di Pennsylvania, negara bagian yang krusial bagi Partai Demokrat.

    Di Pennsylvania, ia menyampaikan pidato di hadapan para pendukungnya di tangga Museum Seni Philadelphia.
  • Harris menguraikan bagaimana ia berencana untuk "membangun perekonomian yang menekan biaya hidup" dan berjanji untuk membuat perumahan dan pengasuhan anak lebih terjangkau.
  • Harris memperingatkan para pendukungnya agar tidak berpuas diri.

    "Ini bisa menjadi salah satu persaingan paling ketat dalam sejarah – setiap suara penting," katanya.
  • Jajak pendapat terbaru menunjukkan kedua kandidat terlibat dalam persaingan ketat.

    Harris unggul tipis dengan 48,1 persen suara, menurut pelacak jajak pendapat presiden nasional FiveThirtyEight.

    Trump tidak jauh di belakang, dengan 46,8 persen.

(Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini