"Mereka telah menyalahgunakan pemberian itu. Terusan tersebut seharusnya tidak pernah dibuat."
Sebagai informasi, tidak lah benar bahwa China mengendalikan Terusan Panama.
Presiden Panama Jose Raul Mulino membantah klaim Trump.
"Sama sekali tidak ada campur tangan atau keterlibatan China dalam hal apa pun yang berkaitan dengan Terusan Panama," katanya pada akhir Desember lalu.
Menteri Luar Negeri Panama, Javier Martínez-Acha, menegaskan bahwa kedaulatan atas Terusan Panama tidak dapat dinegosiasikan dan merupakan bagian dari sejarah perjuangan Panama.
China juga membantah keterlibatan atau kontrol atas Terusan Panama.
Sejarah Greenland
Greenland adalah pulau terbesar di dunia.
Greenland merupakan wilayah otonomi Denmark yang memiliki pemerintahan sendiri dan parlemen sendiri.
Ibu kota Greenland adalah Nuuk dan dipimpin oleh Raja Frederik X dari Denmark (Kepala Negara) dan Mute Bourup Egede (Perdana Menteri Greenland).
Baca juga: Trump Pertimbangkan Taktik Ekonomi dan Militer untuk Kuasai Greenland dan Terusan Panama
Tahun-tahun penting sejarah Greenland, mengutip BBC.
982 - Greenland ditemukan oleh orang Norwegia, Erik si Merah, yang menamakan penemuannya "Greenland" agar lebih menarik. Pada tahun 986 ia kembali bersama para pemukim.
Abad ke-14 hingga ke-15 - Permukiman bangsa Nordik menghilang, mungkin pada awal Zaman Es Kecil karena suhu turun drastis.
1721 - Ekspedisi yang dipimpin oleh misionaris Denmark-Norwegia Hans Egede melihat kolonisasi baru oleh Denmark. Permukiman baru didirikan di dekat ibu kota saat ini, Nuuk.
1940 - Denmark diduduki oleh Jerman selama Perang Dunia Kedua.
1941-1945 - Amerika Serikat menduduki Greenland untuk mempertahankannya dari kemungkinan invasi oleh Jerman.
Baca tanpa iklan