News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

AS Kembali Sita Kapal Diduga Menuju Iran, Trump: Isinya Hadiah dari China

Penulis: Bobby W
Editor: Whiesa Daniswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRUMP SINDIR CHINA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam sebuah wawancara dengan CNBC yang disiarkan pada Selasa pagi waktu setempat (21/4/2026), Trump mengklaim pihaknya telah menyita sebuah kapal tanker yang diduga membawa muatan terlarang untuk Teheran.

TRIBUNNEWS.COM - Ketegangan global semakin memanas setelah Amerika Serikat melaporkan telah menyita sebuah kapal tanker yang diduga membawa muatan terlarang untuk Teheran.

Presiden AS, Donald Trump, mengklaim bahwa kapal tersebut membawa muatan yang ia sebut sebagai "hadiah dari China".

Pernyataan ini disampaikan Trump dalam sebuah wawancara dengan CNBC yang disiarkan pada Selasa pagi waktu setempat (21/4/2026). 

Trump mengungkapkan kekagetan atas temuan di kapal tersebut, mengingat hubungannya dengan Presiden China, Xi Jinping dinilainya secara pribadi cukup baik.

"Saya sedikit terkejut, tetapi karena saya memiliki hubungan yang sangat baik, dan saya pikir saya selama ini memiliki kesepahaman dengan Presiden Xi Jinping." Ungkap Trump.

"Tapi kejadian ini tidak apa-apa buat saya, begitulah jalannya perang, ya kan?" seloroh Trump kepada wartawan.

Trump menyebut kapal yang disita pada hari Senin tersebut (20/4/2026) membawa barang-barang yang dinilainya "sangat tidak bagus". 

Ia pun menduga Iran telah melakukan "penyetokan ulang" selama masa gencatan senjata yang akan berakhir pada Rabu (22/4/2026).

Baca juga: Trump Ogah Perpanjang Gencatan Senjata, AS Bom Iran Lagi Bila Tak Ada Deal

Ditangkap di dekat Sumatra

Berdasarkan data dari MarineTraffic, kapal yang dimaksud oleh Trump ini sendiri diidentifikasi sebagai M/V Tifani.

Kapal tanker minyak ini dilaporkan telah digerebek oleh pasukan AS di Samudra Hindia, sekitar 500 mil laut di lepas pantai barat Sumatra, Indonesia, pada hari Selasa waktu setempat.

Kapal berbendera Botswana ini memiliki kapasitas angkut hampir 300.000 ton dan saat ini sedang bermuatan penuh.

Meskipun berbendera Botswana, M/V Tifani telah berada di bawah sanksi Kantor Pengawasan Aset Luar Negeri (OFAC) AS sejak Juli 2025.

Hal ini terjadi mengingat M/V Tifani memiliki rekam jejak yang "akrab" dengan pihak Iran. 

Kapal tersebut diduga memiliki hubungan dengan sebuah perusahaan yang berbasis di Mumbai, India.

Departemen Luar Negeri AS menyatakan bahwa kapal tersebut tercatat dua kali memuat minyak bumi Iran melalui transfer antarkapal (ship-to-ship) dengan tanker-tanker yang telah ditetapkan AS sebagai kapal Iran.

China Bantah Pasok Senjata ke Iran

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini