News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Front Timur Yaman, Medan Perang Baru Kekuatan Regional dan Global: Arab Saudi, UEA hingga Israel

Penulis: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

MEDAN PERTEMPURAN BARU - Foto Kelompok Ansarallah Houthi Yaman pendukung Palestina. Konflik regional di Yaman semakin memanas dengan terjadinya pertempuran baru yang melibatkan kekuatan internasional.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Konflik regional di Yaman semakin memanas dengan terjadinya pertempuran baru yang melibatkan kekuatan internasional.

Yaman kini muncul sebagai pemain kunci dalam pergeseran keseimbangan kekuatan di kawasan tersebut.

Sanaa telah melanjutkan blokade laut terhadap kapal-kapal yang ditujukan untuk Israel sebagai respons terhadap larangan bantuan ke Gaza.

Tindakan ini memicu intervensi cepat dari Amerika Serikat, yang meluncurkan serangan udara besar-besaran di beberapa gubernuran Yaman, menyebabkan ratusan korban jiwa.

Konflik ini melibatkan berbagai aktor, termasuk Yaman, AS, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Yaman, melalui angkatan bersenjatanya, melancarkan operasi militer tinggi yang menargetkan kapal induk AS USS Harry S. Truman di Laut Merah, menandai eskalasi baru dalam konfrontasi ini.

Pertempuran ini terjadi di kawasan strategis yang mencakup Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab, yang merupakan jalur perdagangan global vital.

Segitiga Emas: Perebutan pengaruh yang baru

Di sisi lain, penguasaan wilayah timur Yaman sangat penting untuk mengamankan jalur perdagangan global dan membangun koridor energi alternatif yang dapat menghindari Selat Hormuz.

Ini menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat persaingan antara kekuatan regional dan internasional.

Perebutan pengaruh yang lama telah kembali terjadi karena perubahan yang diberlakukan oleh tindakan tentara yang berpihak pada Ansarallah dalam mendukung Gaza.

Sementara Arab Saudi telah memperluas kehadirannya di Al-Mahra dan Hadhramaut, mengerahkan militan ekstremis Salafi ke daerah-daerah yang kaya minyak, UEA telah mengintensifkan cengkeramannya di pulau Socotra yang sangat penting secara strategis, yang dilaporkan telah dibuka untuk pasukan Israel dan agen intelijen.

Sejak dimulainya perang di Yaman pada tahun 2015, UEA telah berupaya untuk memaksakan kendali atas Socotra, yang sering digambarkan sebagai "permata Samudra Hindia."

Terletak di pertemuan Laut Arab dan Tanduk Afrika, pulau ini berada di dekat rute laut penting yang menghubungkan Bab al-Mandab dan Selat Hormuz – daerah yang dikenal sebagai "Segitiga Emas."

Awalnya, kehadiran Abu Dhabi di pulau itu dibingkai sebagai upaya bantuan kemanusiaan, tetapi dengan cepat berubah menjadi perluasan demografi dan militer.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini