Yamskov bahkan dilaporkan sempat meminta untuk dikirim ke Ukraina guna berperang sebagai bagian dari pengampunan.
Berbeda dengan rekan-rekannya, Mochalina membantah keterlibatannya dalam pembakaran.
Ia mengaku hanya meminjamkan kartu bank untuk pembelian dan tidak mengetahui rencana sebenarnya.
Kasus ini menjadi sorotan karena menggambarkan bagaimana konflik antara Rusia dan Ukraina telah menyebar hingga ke dalam negeri Rusia.
Sabotase terhadap infrastruktur penting dan militer menjadi salah satu bentuk tekanan di balik layar dari konflik yang sudah berlangsung lebih dari tiga tahun.
Vonis terhadap lima pemuda ini menegaskan sikap tegas Rusia terhadap tindakan yang dianggap membahayakan keamanan negara.
(Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani)
Baca tanpa iklan