News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Palestina Vs Israel

Menhan AS Bocorkan Rencana Serangan ke Yaman di Grup Pribadi Keluarga

Penulis: Farrah Putri Affifah
Editor: Bobby Wiratama
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PETE HEGSETH - Tangkapan layar YouTube NBC News yang diambil pada Senin (21/4/2025) yang menunjukkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth membagikan informasi militer terperinci tentang serangan AS di Yaman dari bulan Maret dalam obrolan Signal pribadi kedua yang menyertakan istrinya dan sekitar selusin orang lainnya. Hegseth, dilaporkan telah membocorkan informasi sensitif mengenai rencana serangan udara AS di Yaman kepada keluarga melalui aplikasi pesan terenkripsi Signal.

Caldwell, Selnick, dan Carroll menulis dalam pernyataan bersama pada hari Sabtu bahwa mereka "sangat kecewa dengan cara layanan kami di Departemen Pertahanan berakhir" dan membantah telah membocorkan informasi.

“Pejabat Pentagon yang tidak disebutkan namanya telah memfitnah karakter kami dengan serangan yang tidak berdasar saat kami keluar dari kantor. Kami bertiga mengabdi kepada negara dengan terhormat dengan seragam bagi dua dari kami, ini termasuk penempatan di perang di Irak dan Afghanistan," kata ketiganya, dikutip dari CNN.

"Dan, berdasarkan layanan kolektif kami, kami memahami pentingnya keamanan informasi dan bekerja setiap hari untuk melindunginya,” tulis mereka. Saat ini, kami masih belum diberi tahu apa sebenarnya yang kami selidiki, apakah masih ada penyelidikan yang sedang berlangsung, atau apakah memang ada penyelidikan nyata tentang 'kebocoran' sejak awal," tambahnya.

Mantan juru bicara Pentagon, John Ullyot, yang mengundurkan diri, bahkan menyebut Departemen Pertahanan dalam 'kekacauan total' dan mengkritik pengelolaan Hegseth yang dinilai tidak efektif.

Beberapa pejabat mengungkapkan bahwa masalah ini semakin memperburuk ketegangan internal di Pentagon dan merusak efektivitas operasional yang sedang berlangsung, termasuk serangan udara AS di Yaman yang baru-baru ini menewaskan puluhan orang.

Serangan udara AS yang menargetkan terminal minyak di Yaman pada minggu ini telah menimbulkan banyak korban, dengan sedikitnya 74 orang tewas dan 171 lainnya terluka.

Pemerintah Houthi, yang menguasai wilayah yang diserang, menyebut serangan tersebut sebagai 'kejahatan perang.'

Sementara itu, Hegseth tetap berada dalam sorotan, meskipun juru bicara Pentagon, Sean Parnell, menegaskan bahwa tidak ada informasi rahasia yang dibagikan dalam percakapan di grup Signal.

Kontroversi ini menunjukkan tidak hanya kebocoran informasi yang meresahkan.

Tetapi juga ketegangan yang semakin meningkat di kalangan pejabat senior Pentagon, yang tampaknya lebih terfokus pada pertikaian internal ketimbang menjalankan tugas operasional yang vital. 

(Tribunnews.com/Farrah)

Artikel Lain Terkait Pete Hegseth dan Yaman

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini