TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat sedang mempertimbangkan rencana penarikan 4.500 tentara dari pangkalan militer di Korea Selatan, sebagai bagian dari peninjauan kebijakan strategis di kawasan Indo-Pasifik.
Isu itu mencuat di tengah wacana dan perdebatan di AS tentang perluasan strategis yang lebih fleksibel dari Pasukan AS di Korsel (US Forces Korea/USFK).
Adapun rencana penarikan ribuan tentara ini pertama kali dilaporkan oleh Media AS The Wall Street Journal.
Dalam laporannya, Wall Street Journal menyebut bahwa Pentagon dalam waktu dekat akan menarik sedikitnya 4.500 tentara dan memindahkan mereka ke lokasi lain di kawasan Indo-Pasifik.
Termasuk ke Guam, wilayah AS yang strategis di Pasifik, dianggap sebagai lokasi yang lebih dekat dengan potensi titik panas namun lebih sulit dijangkau oleh kekuatan militer China.
Langkah ini juga dipandang sebagai bagian dari upaya AS untuk menyesuaikan kehadiran militernya di kawasan dalam menghadapi tantangan geopolitik yang berkembang.
Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi yang diumumkan oleh pemerintah AS terkait rencana ini.
Namun juru bicara Dewan Keamanan Nasional, Pete Nguyen, menegaskan bahwa Presiden Trump tetap berkomitmen pada "denuklirisasi total" Korea Utara, tanpa mengomentari langsung isu penarikan pasukan.
Sementara Kementerian Pertahanan Korea Selatan menanggapi laporan tersebut dengan menyatakan bahwa tidak ada diskusi antara Seoul dan Washington mengenai pengurangan pasukan AS.
Mereka menegaskan bahwa kedua negara akan terus bekerja sama untuk mempertahankan postur pertahanan gabungan yang kuat guna mencegah agresi dari Korea Utara, sebgaimana dikutip dari Korea JoongAng Daily.
Dampak Penarikan Pasukan
Meski masih dalam tahap rencana, namun usulan terkait penarikan 4.500 tentara AS dari Korea Selatan menimbulkan kekhawatiran baru mengenai stabilitas keamanan di kawasan Asia Timur.
Baca juga: Gila-gilaan Kim Jong Un Pamer Kapal Perusak Baru Gertak AS-Korsel, Senjata Anti Udara dan Laut
Langkah tersebut, jika terealisasi tidak hanya akan mempengaruhi postur militer gabungan AS-Korsel.
Tetapi juga berisiko memperlemah kepercayaan sekutu regional terhadap komitmen pertahanan Washington.
Sebagai informasi, saat ini, sekitar 28.500 tentara AS ditempatkan di Korea Selatan sebagai bagian dari perjanjian pertahanan bersama yang telah berlangsung sejak 1953, menyusul berakhirnya Perang Korea.
Sementara Pentagon mulai mengubah Korea Selatan menjadi pangkalan militer regionalnya sendiri sejak tahun 1945.
Baca tanpa iklan