"Yang kita butuhkan adalah tindakan," kata dia.
Untuk itu dirinya mendorong masyarakat sipil harus meninggikan suaranya lebih keras.
Menurutnya, pemimpin agama, seniman, dan pendidik—kita semua memiliki peran untuk memastikan bahwa kekejaman ini tidak diabaikan atau dilupakan.
"Ini bukan hanya panggilan untuk keadilan. Ini adalah permohonan untuk kemanusiaan. Kita tidak mampu menunggu tiga tahun lagi. Pada saat itu, berapa banyak lagi saudari yang akan meninggal? Berapa banyak lagi anak yang akan tumbuh di kamp, dilucuti dari bahasa dan cinta?," ujarnya.
Baca tanpa iklan