News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Kekuatan Militer Taiwan, Bisakah Bertahan Jika China Menginvasi?

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KEKUATAN MILITER TAIWAN - Foto yang dirilis Kementerian Pertahanan Taiwan di X, memperlihatkan latihan militer Han Kuang ke-41 pada Rabu, 9 Juli 2025. Seberapa besar kekuatan militer Taiwan? Bisakah melawan jika nantinya China menginvasi?

Amerika Serikat menegaskan komitmennya terhadap keamanan Taiwan melalui berbagai skema bantuan, seperti Pendanaan Militer Asing (FMF), Otoritas Penarikan Pasukan Presiden (PDA) dan Pendidikan dan Pelatihan Militer Internasional (IMET).

Namun, terjadi perubahan di bawah pemerintahan Donald Trump.

Selama kampanye kepresidenannya, Trump mendesak Taiwan untuk menanggung lebih banyak tanggung jawab atas pertahanannya sendiri.

Trump bahkan menyarankan agar Taiwan meningkatkan anggaran pertahanannya hingga 10?ri Produk Domestik Bruto (PDB).

Menanggapi hal tersebut, Perdana Menteri Cho Jung-tai menyatakan di hadapan legislatif bahwa kenaikan anggaran sebesar itu tidak layak secara fiskal.

Ketergantungan Taiwan pada penjualan senjata AS yang dilandasi Undang-Undang Hubungan Taiwan tahun 1979 terbukti krusial, tetapi juga menghadirkan masalah.

Salah satu tantangan terbesar saat ini adalah tunggakan senilai 19 miliar dolar AS dalam pengiriman sistem persenjataan dari AS, yang memperlambat proses modernisasi militer Taiwan.

Penundaan tersebut sebagian disebabkan oleh gangguan rantai pasokan global serta hambatan birokrasi dalam sistem pengadaan pertahanan AS.

Modernisasi pertahanan Taiwan juga dihambat oleh berbagai tantangan domestik, seperti, terbatasnya uji coba tempur pada sistem senjata utama, tidak adanya teknologi siluman pada beberapa platform, hingga ketergantungan tinggi terhadap material tanah jarang dari China.

Selain itu, pelatihan lintas matra di kalangan militer Taiwan juga masih tergolong minim.

Kurangnya operasi gabungan dan latihan antar-angkatan menyebabkan kekompakan dan efektivitas militer secara keseluruhan belum optimal.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini