News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran Vs Amerika Memanas

Uranium Jadi Isu Utama Pembicaraan AS-Iran, Trump Percaya Diri Keinginannya Tercapai: Bisa Terjadi

Penulis: Nuryanti
Editor: Endra Kurniawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DONALD TRUMP - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump marah dengan tanggapan proposal perdamaian dari Iran. AS bersikeras bahwa Iran harus menyerahkan uranium yang telah diperkaya hingga mendekati tingkat senjata nuklir.

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Marco Rubio, mengatakan nasib cadangan uranium yang sangat diperkaya milik Iran menjadi pusat pembicaraan antara Washington dengan Teheran.

Namun, hingga kini, Iran belum menyetujui kesepakatan damai dengan AS.

Sebab, AS bersikeras bahwa Iran harus menyerahkan uranium yang telah diperkaya hingga mendekati tingkat senjata nuklir.

Iran juga harus setuju untuk membatasi aktivitas nuklirnya dan membuka kembali Selat Hormuz agar perjanjian perdamaian dapat terlaksana.

“Saya rasa sekarang, dalam beberapa dokumen yang telah dipertukarkan bolak-balik, hal itu telah dijelaskan dengan jelas, tetapi kami masih belum mendapatkan persetujuan akhir dari sistem mereka hingga pagi ini,” kata Rubio kepada Komite Urusan Luar Negeri DPR, Rabu (3/6/2026), dilansir Al Arabiya.

Trump Yakin Dapat Uranium Iran

Presiden AS Donald Trump mengatakan berdasarkan kesepakatan yang sedang dibahas dengan Iran, "kita akan mendapatkan" persediaan uranium yang sangat diperkaya milik Teheran.

Namun, Trump menambahkan bahwa ia ingin memisahkan perang Lebanon dari pembicaraan kesepakatan nuklir.

Trump mengatakan pembicaraan dengan Iran dapat membuahkan hasil pada akhir pekan mendatang dan berjalan "dengan sangat baik."

“Saya dengar negosiasi itu sendiri berjalan sangat baik,” kata Trump kepada wartawan, seraya menambahkan tentang potensi kesepakatan: “Itu bisa terjadi, selama akhir pekan.”

Mengenai perang Lebanon, Trump mengatakan dia ingin memisahkan pembicaraan tentang perang antara Amerika Serikat dan Iran, meskipun Teheran bersikeras bahwa konflik-konflik tersebut saling terkait.

“Saya ingin memisahkannya, saya ingin memiliki hal yang terpisah, karena memang itu terpisah,” kata Presiden AS.

Baca juga: Trump Bicara Kemungkinan Bertemu Mojtaba Khamenei, Klaim Iran Setuju untuk Tak Miliki Senjata Nuklir

Trump Tak Beri Jangka Waktu Akhiri Perang Iran

Trump tetap tidak memberikan kepastian mengenai jangka waktu penyelesaian konflik Iran, dengan mengatakan bahwa Selat Hormuz mungkin akan tetap diblokir hingga libur Hari Buruh pada 7 September 2026.

Trump bersikeras agar Iran menghentikan segala upaya yang dapat mengarah pada senjata nuklir dan agar selat tersebut dibuka kembali untuk pengiriman minyak dan gas alam.

“Saya tidak tahu. Maksud saya, saya pikir mungkin saja (ditutup hingga Hari Buruh), tetapi saya rasa itu tidak mungkin. Saya pikir kita akan tetap bisa mengatasinya. Saya pikir ini akan terselesaikan dengan cukup cepat,” kata Trump, seperti diberitakan AP News.

Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat AS untuk pertama kalinya menyetujui resolusi kewenangan perang yang akan menghentikan aksi militer AS terhadap Iran, menentang Trump karena sejumlah kecil anggota Partai Republik bergabung dengan Partai Demokrat untuk mengakhiri konflik tersebut.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini