News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Thailand Vs Kamboja

Akar Konflik Thailand-Kamboja, Wilayah Candi di Perbatasan Jadi Titik Panas

Penulis: Yunita Rahmayanti
Editor: Pravitri Retno W
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

CANDI PREAH VIHEAR - Foto diunduh dari UNESCO, Jumat (25/7/2025), memperlihatkan Candi Preah Vihear di Kamboja pada 8 Oktober 2012.

Sementara Kamboja melaporkan satu orang tentaranya tewas, lapor The Guardian.

Menyusul bentrokan terbaru, Thailand menutup perbatasan, melakukan serangan udara, menarik diplomat dari Kamboja, dan memberikan bantuan darurat non-militer untuk warga sipil yang terkena dampak.

Sementara Kamboja mengadukan Thailand ke PBB, mengkritik agresi Thailand, dan mengajukan sengketa ke ICJ.

Akar Konflik Thailand-Kamboja

Akar konflik antara dua negara Asia Tenggara tersebut bermula ketika mereka berselisih mengenai peta warisan kolonial Prancis.

Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, Prancis menjajah wilayah Indochina (termasuk Kamboja).

Pada tahun 1904, Siam dan Prancis menandatangani perjanjian perbatasan, di mana mereka sepakat bahwa batas wilayah akan ditentukan mengikuti watershed principle (batas wilayah mengikuti punggung bukit pembagi air).

Setelah perjanjian itu, pihak Prancis (bukan tim gabungan) menyusun peta-peta perbatasan, termasuk peta yang menunjukkan kompleks Candi Preah Vihear berada di wilayah Kamboja.

Pada 1907, setelah perjanjian baru yang mengatur penyerahan wilayah Battambang, Siem Reap, dan Sisophon dari Siam ke Prancis (Kamboja), peta-peta baru dibuat oleh kartografer Prancis.

Salah satu peta tersebut menunjukkan bahwa Candi Preah Vihear berada di wilayah Kamboja, meskipun secara geografi lokasinya berada di dataran tinggi yang secara alami mengarah ke Thailand.

Candi tersebut adalah candi Hindu kuno peninggalan Kekaisaran Khmer (nenek moyang bangsa Kamboja). 

Candi Preah Vihear berada di perbatasan antara Kamboja dan Thailand, tepatnya di tebing pegunungan Dângrêk.

Thailand tidak pernah secara resmi menandatangani atau menyetujui peta tersebut.

Namun, Thailand tidak memprotes atau menolak peta itu selama beberapa dekade, dan bahkan menerima serta menggunakan salinan peta itu untuk keperluan administratif.

Beberapa dekade berikutnya, Thailand dan Kamboja mempersengketakan wilayah perbatasan tersebut.

Tahun 1962, Mahkamah Internasional (ICJ) memutuskan Candi Preah Vihear milik Kamboja, dan Thailand harus menarik tentaranya dari sana.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini