TRIBUNNEWS.COM - Kasus keracunan massal yang menimpa sekitar 400 siswa penerima program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Bengkulu menjadi sorotan media asing, termasuk Al Jazeera dan Reuters.
Puluhan siswa TK hingga SD bahkan guru diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan program MBG.
Total ada 456 orang keracunan.
Insiden ini disebut sebagai salah satu kasus terburuk sejak program unggulan Presiden Prabowo Subianto diluncurkan pada Januari 2025.
Menurut Al Jazeera (3/9/2025), ratusan anak berusia 4–12 tahun mulai dilarikan ke rumah sakit sejak Kamis (28/8/2025) pekan lalu setelah mengeluh sakit perut usai menyantap makanan sekolah gratis.
Rekaman video dari pemerintah daerah menunjukkan antrean panjang anak-anak yang membutuhkan perawatan darurat.
Reuters (2/9/2025) melaporkan, Wakil Gubernur Bengkulu Mian mengumumkan penghentian sementara operasional dapur penyedia makanan.
“Kami akan menghentikan sementara operasional di dapur ini sambil menyelidiki letak kelemahannya. Ini ranah tim investigasi BGN (Badan Gizi Nasional) dan pihak berwenang,” ujarnya.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, menambahkan bahwa dapur tersebut belum lama beroperasi.
Ia meminta staf mengevaluasi layanan sambil menunggu hasil uji laboratorium makanan.
Dadan belum memberikan keterangan mengenai penyebab pasti keracunan di Bengkulu.
Keracunan Massal Sudah Pernah Terjadi
Baca juga: Program MBG Butuh Pasokan Besar, Pemerintah Genjot Produksi Pangan Nasional
Kasus serupa sebelumnya juga pernah terjadi.
Bulan lalu, 365 siswa di Jawa Tengah jatuh sakit setelah mengonsumsi makanan gratis.
Laporan media lokal menyebutkan keracunan dipicu sanitasi yang buruk.
Program MBG merupakan salah satu janji utama Presiden Prabowo.
Baca tanpa iklan