News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Iran punya strategi khusus melawan AS-Israel

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Iran punya strategi khusus melawan AS-Israel

Ketahanan Iran berakar sejak Perang Iran–Irak, ketika kota-kotanya berulang kali menjadi sasaran serangan—meski inferior secara konvensional. Namun, daya tahan strategi Iran kini sangat bergantung pada kohesi internal.

"Semua bergantung pada apakah elite keamanan dan politik tetap bersatu atau justru terpecah," kata Grajewski. "Jika terjadi perpecahan, strategi militer bisa semakin kacau."

Ia menambahkan bahwa operator rudal tampak berada di bawah tekanan dan kelelahan berat, yang menyebabkan tembakan salah sasaran atau ketidakakuratan.

"Banyak operasi yang lebih tidak terorganisir, dengan tingkat kelelahan yang tinggi."

Kondisi ini, ditambah dengan serangan berkelanjutan terhadap persediaan dan pasukan rudal Iran, "dapat memicu eskalasi yang tidak disengaja."

'Eskalasi lebih lanjut'

Grajewski menyoroti pernyataan Turki bahwa pertahanan udara NATO telah menghancurkan sebuah rudal balistik Iran yang menuju wilayah udara Turki pada Rabu (04/03).

Turki—tetangga Iran yang sempat berusaha menengahi perundingan AS–Iran sebelum AS-Israel melakukan serangan pada 28 Februari lalu—memperingatkan "semua pihak agar menahan diri dari tindakan yang dapat memicu eskalasi lebih lanjut."

Namun, menurut Grajewski, tujuan lebih luas Iran adalah membuat kondisi "begitu tak tertahankan" bagi negara-negara tetangga sehingga mereka "berpotensi menekan AS atau setidaknya mendorong AS ke arah penyelesaian negosiasi atau penghentian permusuhan."

"Sejauh ini, saya belum tahu apakah itu akan berhasil, tetapi tampaknya itulah taruhan Iran saat ini," tambahnya.

Taruhan ini bisa saja berbalik arah. Hellyer mengatakan negara-negara Teluk "mungkin memutuskan bahwa meskipun awalnya menentang perang AS–Israel terhadap Iran, kini keamanan mereka sendiri terancam oleh serangan balasan Iran. Maka lebih masuk akal untuk mendukung aksi AS demi mengakhiri ancaman langsung dari Iran."

"Saya tidak berpikir negara-negara Teluk sudah sampai pada titik itu," ujarnya, "tetapi saya rasa waktunya semakin menipis."

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini