Basis data yang disusun dengan cara tersebut akan memberikan perspektif jangka panjang yang memungkinkan penelitian wilayah pemukiman Alevi di Anatolia serta para pihak terkait. Data ini juga dapat dimanfaatkan untuk mendekonstruksi narasi-narasi utama serta menganalisis penindasan dan diskriminasi yang dialami oleh kaum Alevi.
"Kaum Alevi menghadapi diskriminasi dan penindasan di Kekaisaran Ottoman,” kata Dressler. "Hal itu masih ada hingga saat ini, tetapi tidak berlangsung terus menerus dan tidak berlaku sama bagi seluruh kelompok yang menyebut diri mereka Alevi. Kita harus melihat konteks sejarah, wilayah, dan kelompok yang spesifik.”
Artikel ini pertama kali terbit dalam bahasa Jerman
Diadaptasi oleh Sorta Caroline
Editor: Rizki Nugraha
Baca tanpa iklan