Namun, jumlah yang besar ini sulit ditampung di wilayah pendudukan.
Beberapa di antaranya harus direlokasi ke wilayah Israel, sesuatu yang hampir pasti tidak akan diterima oleh pihak Israel.
Yerusalem
Yerusalem juga menjadi salah satu isu paling rumit dalam konflik ini.
Kedua belah pihak mengklaim kota kuno tersebut sebagai ibu kota mereka.
Hal ini disebabkan oleh signifikansi historis dan religius Yerusalem bagi orang Yahudi, Muslim, maupun Kristen.
Kota Tua yang bertembok, misalnya, merupakan lokasi Bukit Bait Suci—situs paling suci dalam agama Yahudi—dan Masjid Al-Aqsa, situs ketiga tersuci dalam Islam setelah Mekah dan Madinah, tempat umat Islam meyakini Nabi Muhammad naik ke surga.
Pada tahun 2023, kawasan ini kembali menjadi titik konflik, ketika terjadi bentrokan antara polisi Israel dan jamaah Palestina.
Pemerintah Israel mengklaim Yerusalem sebagai “ibu kota tak terbagi”, yang juga menjadi pusat pemerintahan serta parlemen Israel (Knesset).
Namun, komunitas internasional secara luas masih menganggap Yerusalem Timur sebagai wilayah Palestina yang diduduki.
Secara teori, solusi dua negara akan menetapkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota Palestina, sementara bagian barat kota menjadi milik Israel.
(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)
Baca tanpa iklan