Beberapa siswa bahkan mengaku merasa lebih bebas berbicara dengan AI dibandingkan dengan guru atau keluarga.
“AI menjadi tempat aman untuk mengungkapkan perasaan,” tulis salah satu pengguna.
Baca juga: Muslim di Jepang Perlu Aktif Sebarkan Informasi dan Bangun Kerja Sama dengan Pemerintah Setempat
AI bertugas mendengarkan secara aktif, sedangkan tenaga manusia memberikan tindak lanjut berupa dukungan nyata.
Sistem juga secara otomatis menandai obrolan dengan indikasi keinginan bunuh diri dan menghubungkannya dengan layanan konsultasi profesional.
Tujuannya, agar masyarakat lebih mudah mencari bantuan dan berani mengambil langkah menuju pemulihan.
Diskusi tentang penggunaan AI di Jepang juga terus dilakukan oleh kelompok Pencinta Jepang. Bagi yang ingin bergabung, dapat mengirimkan nama, alamat, dan nomor WhatsApp ke tkyjepang@gmail.com.
Baca tanpa iklan