TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tiga momentum Israel terus berupaya mendekati Indonesia.
Pertama saat Presiden RI Prabowo Subianto berpidato di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa (23/9/2024).
Sejumlah media terkemuka Israel seperti The Times of Israel dan The Jerusalem Post menyambut positif pidato Prabowo.
Bahkan pidato Prabowo yang diakhiri dengan kata "Shalom" dalam bahasa Ibrani yang berarti "damai" menjadi sorotan oleh media itu.
Para influencer asal Israel juga memviralkan pernyataan Prabowo itu.
Kedua, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ikut memuji pidato Presiden Prabowo Subianto saat berpidato Sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, pada Jumat (26/9/2025) lalu.
Ketiga, sejumlah media Israel mewartakan Presiden Prabowo Subianto akan berkunjung ke Israel meski dibantah oleh Kementerian Luar Negeri Indonesia.
Bahkan muncul baliho Prabowo di Israel.
Media Arab Sebut Israel Ingin Dekati Indonesia
Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu disebut ingin normalisasi hubungan dengan Indonesia dan Arab Saudi.
Netanyahu diklaim ingin normalisasi hubungan Israel dengan Indonesia dan Arab Saudi dilakukan sebelum pemilu Knesset pada Juni 2026.
Media Qatar yang berbasis di London, The New Arab, mengutip media Israel KAN, mengungkapkan ambisi Netanyahu tersebut.
Mereka juga mengutip pernyataan i24 News atas upaya Netanyahu tersebut.
“Pemimpin Israel melakukan itu dengan tujuan memperkuat posisinya jelang pemilu, yang akan secara resmi dilakukan pada tahun tersebut."
“Peluang PM untuk mencapai kesepakatan dengan Riyadh dianggap wajar, sementara peluangnya menandatangani perjanjian serupa dengan Jakarta tampak rendah,” tuis The New Arab melansir KAN.
Laporan juga menambahkan bahwa Netanyahu akan puas jika bisa sepakat dengan salah satu dari kedua negara tersebut.
“Arab Saudi memiliki pengaruh besar di dunia Arab dan Muslim melalui pengaruh ekonominya dan menjadi tuan rumah bagi situs-situs suci umat Islam,” tulis mereka.
Baca tanpa iklan