TRIBUNNEWS.COM - Perang Rusia–Ukraina telah memasuki hari ke-1.372, pada Rabu (26/11/2025).
Konflik panjang ini berawal dari ketegangan yang tersisa setelah bubarnya Uni Soviet pada 1991.
Sejak Ukraina menyatakan kemerdekaannya, hubungan dengan Moskow tidak pernah sepenuhnya stabil, diselimuti perebutan pengaruh dan saling curiga di ranah politik maupun keamanan.
Puncak friksi muncul pada 2014 ketika Revolusi Euromaidan menggulingkan pemerintah Ukraina yang dianggap dekat dengan Rusia.
Tak lama kemudian, Rusia menganeksasi Krimea dan memberi dukungan kepada kelompok separatis di kawasan Donbas.
Ketegangan tersebut berubah menjadi perang besar pada Februari 2022, saat Rusia melancarkan invasi penuh ke wilayah Ukraina.
Hingga kini, pertempuran masih berlangsung tanpa kejelasan kapan akan berakhir.
Perkembangan terbaru menyebut, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengirim utusan Steve Witkoff untuk bertemu Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Konflik yang sebelumnya dipandang sebagai persoalan perebutan wilayah kini berkembang menjadi pertarungan kepentingan geopolitik, persaingan narasi kekuatan global, serta taruhan masa depan tatanan keamanan internasional.
Sejumlah analis menilai akar permasalahan sangat rumit, sehingga jalan menuju perdamaian masih tampak jauh dan penuh rintangan.
Berikut rangkuman perkembangan terbaru perang Rusia–Ukraina pada hari ke-1.372
Baca juga: Dunia Hari Ini: Hujan Lebat di Gaza Buat Warga Kesulitan – Ukraina Siap Lanjutkan Rencana Perdamaian
Trump Kirim Utusan ke Moskow
Donald Trump mengatakan rencananya untuk mengakhiri perang di Ukraina telah “disempurnakan”.
Ia mengirim utusan Steve Witkoff untuk bertemu Vladimir Putin.
Trump juga menugaskan Menteri Angkatan Darat Dan Driscoll untuk bertemu pejabat Ukraina.
Meski Gedung Putih optimistis, hanya sedikit tanda kemajuan pada poin utama yang diperdebatkan.
Baca tanpa iklan