News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Rusia Vs Ukraina

Mampukah Jerman Gantikan Amerika Jadi Tulang Punggung NATO? 

Penulis: Hasiolan Eko P Gultom
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KOMANDAN EROPA - Jerman berencana menghidupkan lagi wajib militer ke rakyatnya karena kekuatan militer Rusia yang semakin mengancam Jerman di masa datang. Jerman digadang-gadang menjadi Komandan Keamanan Eropa menggantikan peran yang selama ini dipegang Amerika Serikat.

Mampukah Jerman Gantikan Amerika Jadi Tulang Punggung NATO? 

TRIBUNNEWS.COM - Komentar utusan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump untuk NATO yang menyarankan agar Jerman mengambil alih peran AS sebagai komandan Eropa aliansi tersebut dinilai menjadi penanda Washington akan melepaskan diri dari urusan keamanan Eropa

Hal itu tercermin dari ujaran Matthew Whitaker, duta besar AS untuk NATO yang mengatakan pada Konferensi Keamanan Berlin awal November lalu kalau dia berharap Jerman akan menjadi Panglima Tertinggi Sekutu Eropa (SACEUR).

Baca juga: Dokumen Rahasia 1.200 Halaman Rencana Perang Jerman Lawan Rusia: 800 Ribu Serdadu NATO Bergerak

Dengan begitu, Jerman bertanggung jawab untuk mengawasi aktivitas militer aliansi di Eropa, sebuah peran yang telah dipegang oleh seorang Amerika sejak berdirinya NATO. 

Komentar Whitaker menyusul rumor kalau AS ingin mundur dari peran tersebut.

Ujaran Whitaker itu dinilai juga menunjukkan kalau pemerintahan Trump ingin melihat Jerman menggantikan AS sebagai penjamin keamanan utama Eropa. 

Analis militer, Butch Bracknell, seorang pensiunan perwira Marinir dengan penempatan NATO di SFOR dan ISAF, dan seorang warga kehormatan NATO selama lebih dari delapan tahun, mengatakan kalau  langkah tersebut berarti AS akan menyerahkan pengaruh dan kemampuan untuk mengarahkan fungsi militer aliansi NATO.

Mengapa Hal Ini Penting 

Komentar Whitaker ini menyusul retorika Trump tentang NATO dimana dia mengkritik kalau negara-negara anggota NATO di Eropa kurang mengalokasikan anggaran untuk pertahanan merujuk pada meningkatnya ancaman lantaran perang Rusia dan Ukraina yang berlarut. 

Meskipun para analis telah menyuarakan kekhawatiran tentang peran AS dalam membela Eropa, Whitaker mengatakan dalam konferensi Berlin bahwa pemerintahan Trump masih berkomitmen mendukung NATO.  

Whitaker juga mengatakan ia terkesan dengan upaya Berlin untuk meningkatkan anggaran pertahanan.

Diketahui, Kanselir Jerman Friedrich Merz memang sudah berjanji untuk membangun  "tentara konvensional terkuat"  di Eropa.

Roger Hilton, peneliti pertahanan di lembaga riset GLOBSEC, mengatakan kalau komentar Whitaker menunjukkan bahwa AS bermaksud untuk melanjutkan penataan ulang asetnya keluar dari Eropa dan memandang Asia sebagai prioritas geopolitik utama.

Jerman sepertinya tidak akan mampu melawan Rusia jika terjadi konflik atau perang antara kedua negara dalam waktu dekat. Analisis tersebut merujuk pada laporan terbaru yang dikeluarkan oleh Kiel Institute for the World Economy (IfW) yang dirilis Senin, 5 September 2024. (esut.de)

Apa yang Perlu Diketahui 

Amerika telah memimpin SHAPE (Markas Besar Tertinggi Kekuatan Sekutu Eropa) sejak Dwight D. Eisenhower, seorang pahlawan Perang Dunia II yang kemudian menjadi presiden AS, mengambil alih komando pada tahun 1950. 

Jabatan tersebut saat ini dipegang oleh Jenderal Alexus G. Grynkewich dari Angkatan Udara AS. 

Whitaker mengatakan pada konferensi keamanan Berlin kalau negaranya menantikan hari ketika Jerman mengatakan siap mengambil alih posisi tersebut.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini