Bulan lalu, AS menyerahkan proposal perdamaian baru yang konon disusun dengan Rusia dan memuat 28 poin, kepada Ukraina.
Ukraina mengonfirmasi kabar itu, yang disusul dengan rencana delegasi Ukraina ke AS dan pertemuan delegasi AS dengan Presiden Rusia Putin di Kremlin.
Update Perang Rusia dan Ukraina
Perang Rusia–Ukraina kini memasuki hari ke-1.381 pada Jumat (5/12/2025), menandai berlanjutnya konflik panjang yang berawal dari invasi besar-besaran Rusia pada 24 Februari 2022.
Peringatan serangan udara dibunyikan di Kyiv pada pukul 01.47 waktu setempat, sebelum berakhir beberapa menit kemudian.
Perang tersebut berakar sejak bubarnya Uni Soviet pada 1991.
Setelah merdeka, Ukraina berada dalam dilema strategis untuk mempertahankan keterikatan historis dengan Rusia atau menjalin hubungan lebih erat dengan negara-negara Barat.
Perbedaan orientasi politik, persoalan perbatasan, hingga upaya membangun identitas nasional memperburuk hubungan kedua negara.
Ketegangan memuncak pada 2014 melalui Revolusi Maidan, ketika gelombang protes besar menumbangkan presiden Ukraina yang dianggap pro-Moskow.
Tak lama setelah itu, Rusia menganeksasi Krimea dan memberikan dukungan kepada kelompok separatis di wilayah Donbas, memicu konflik berkepanjangan di Ukraina timur.
Situasi kembali memburuk pada 2022. Dengan alasan melindungi warga etnis Rusia serta mencegah Ukraina masuk ke NATO, Moskow melancarkan invasi besar-besaran yang kemudian dikecam oleh banyak negara.
Sebagai respons, Ukraina menggalang dukungan internasional—terutama dari Amerika Serikat dan negara-negara anggota NATO—untuk memperkuat pertahanan dan mempertahankan kedaulatan wilayahnya.
Seiring perkembangan situasi, berikut adalah berita terbaru mengenai perang Rusia–Ukraina.
-
Zelenskyy Gali Info soal Perundingan Delegasi AS dan Putin
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengirim timnya ke Washington untuk melanjutkan diskusi dengan AS mengenai rencana perdamaian.
Dalam pidato malamnya, Zelenskyy menegaskan timnya akan mencari informasi tentang diskusi antara delegasi AS dan Presiden Rusia Putin di Kremlin pada 2 Desember lalu.
"Hari ini, perwakilan Ukraina akan melanjutkan diskusi mereka di Amerika Serikat dengan tim Presiden Trump. Tugas kita sekarang adalah mendapatkan informasi lengkap tentang apa yang dikatakan di Rusia dan dalih lain apa yang diajukan Putin untuk memperpanjang perang dan menekan Ukraina – untuk menekan kita, kemerdekaan kita," kata Zelenskyy, dikutip dari Pravda pada hari Kamis.
Baca tanpa iklan