TRIBUNNEWS.COM - Mitra dekat Ukraina, negara-negara Eropa, memperingatkan negara yang sedang berperang dengan Rusia itu, Amerika Serikat (AS) mungkin bisa memaksa mereka menyerah.
Majalah Jerman, Der Spiegel, menulis laporan yang disebut sebagai "bocoran informasi" tentang panggilan telepon antara Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dengan beberapa pemimpin negara Eropa.
"(Presiden Prancis) Emmanuel Macron dilaporkan telah memperingatkan Volodymyr Zelenskyy bahwa ada kemungkinan AS akan mengkhianati Ukraina di wilayah, tanpa kejelasan tentang jaminan keamanan," lapor majalah Jerman Der Spiegel pada hari Kamis (4/12/2025).
Der Spiegel mengatakan pihaknya memperoleh ringkasan bahasa Inggris dari panggilan telepon hari Senin (1/12/2025).
Inti panggilan telepon itu adalah keraguan Eropa mengenai kedekatan AS dengan Rusia mengenai pembicaraan terkait rencana perdamaian untuk mengakhiri perang.
Presiden Prancis menggambarkan fase negosiasi yang menegangkan saat ini sebagai "bahaya besar" bagi presiden Ukraina yang sedang berjuang.
Sementara Kanselir Jerman, Friedrich Merz, dilaporkan menambahkan pemimpin Ukraina perlu sangat berhati-hati.
"Mereka mempermainkan Anda dan kami," kata Friedrich Merz berbicara tentang delegasi AS yang ke Rusia minggu ini, menurut laporan tersebut.
Rombongan delegasi tersebut termasuk utusan Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, dan menantunya, Jared Kushner.
Majalah Der Spiegel mengatakan para pemimpin lain yang juga anggota NATO, menyuarakan kekhawatiran mereka mengenai sikap mitranya, AS.
Salah satunya Presiden Finlandia Alexander Stubb, yang dekat dengan Trump lewat golf, dilaporkan memperingatkan mereka, "Kita tidak boleh meninggalkan Ukraina dan Volodymyr (Zelenskyy) sendirian dengan orang-orang ini."
Baca juga: Inggris Gandeng Norwegia, Negara-negara NATO Bakal Memburu Kapal Selam Rusia di Atlantik Utara
Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte juga dilaporkan mengatakan dia setuju dengan pemimpin Finlandia bahwa mereka perlu melindungi Zelenskyy.
Pihak majalah Der Spiegel mencoba berbicara dengan "beberapa" peserta panggilan tersebut, yang mengonfirmasi bahwa panggilan tersebut memang terjadi, dua di antaranya mengatakan bahwa pernyataan tersebut benar.
Sementara itu pemerintah Ukraina menolak berkomentar mengenai laporan tersebut, lapor The Guardian.
Ukraina saat ini berupaya meyakinkan AS, sebagai penengah dalam perundingan dengan Rusia, agar perang dapat diakhiri tanpa syarat yang merugikan negaranya.
Baca tanpa iklan