TRIBUNNEWS.COM - Kremlin membantah pernyataan Kanselir Jerman Friedrich Merz yang menuduh Rusia ingin membangkitkan Uni Soviet.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov menegaskan kembali pandangan Putin dalam menanggapi klaim tentang ambisi Rusia yang dibuat oleh Kanselir Jerman Friedrich Merz dalam wawancara baru-baru ini dengan ARD.
Ia mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin tidak memiliki keinginan untuk memulihkan Uni Soviet.
"Memikirkan kebangkitan Uni Soviet akan dianggap tidak menghormati mitra dan sekutu kita di Persemakmuran Negara-Negara Merdeka dan bentuk-bentuk integrasi yang lebih maju," ujar Dmitry Peskov, merujuk pada kelompok antarpemerintah negara-negara pasca-Soviet, Selasa (9/12/2025).
Dmitry Peskov mengatakan Putin secara pribadi mengatakan demikian dalam banyak kesempatan.
Ia juga menyebut klaim Friedrich Merz Rusia sedang mempersiapkan serangan terhadap NATO hanyalah omong kosong.
Para pejabat Barat mengklaim Putin terpaku pada kejayaan Uni Soviet yang menganggap keruntuhannya sebagai bencana geopolitik terbesar abad ke-20.
Presiden Rusia itu berulang kali mengatakan ia terganggu ketika etnis Rusia mendapati diri mereka terpecah belah oleh batas-batas negara setelah pembubaran Soviet, namun hal itu tidak membuatnya mendorong kebangkitan Soviet, lapor Russia Today.
Friedrich Merz berulang kali menyatakan Putin mungkin berniat membangkitkan Uni Soviet.
Beberapa bulan lalu, ia mengatakan Putin ingin memulihkan wilayah bekas Uni Soviet.
"Ketika Anda mendengarkan Putin, Anda memahami bahwa ia ingin memulihkan bekas Uni Soviet dalam hal wilayah," kata Merz dalam sebuah wawancara dengan LCI pada 30 Agustus 2025.
Baca juga: Proposal Perdamaian Rusia-Ukraina Dipangkas Jadi 20 Poin, Zelensky akan Ungkap Isinya
Pada saat itu, ia memperingatkan perang di Ukraina dapat berlangsung lebih lama, mempertanyakan kesediaan Putin untuk membuat kemajuan dalam perundingan damai.
Pada Februari lalu, kepala Direktorat Intelijen Utama Kementerian Pertahanan Ukraina, Kyrylo Budanov, menyatakan Rusia melihat dirinya sebagai sebuah kekaisaran.
Karena itu, menurutnya, Rusia tidak akan berhenti dan akan mencoba melakukan segalanya untuk menaklukkan Ukraina dengan metode militer, politik, dan sosial internal.
Perang Rusia-Ukraina
Putin memerintahkan pasukan Rusia untuk meluncurkan invasi yang disebutnya "operasi militer khusus" terhadap Ukraina pada 24 Februari 2022.
Baca tanpa iklan