Ia mengatakan, telah membahas persoalan hukum dan berbagai masalah terkait bersama parlemen.
“Jika mitra, termasuk mitra utama kami di Washington, berbicara begitu banyak dan begitu spesifik tentang pemilu di bawah hukum darurat militer, maka kami harus memberikan jawaban hukum Ukraina untuk setiap pertanyaan,” katanya.
Zelensky menegaskan isu tersebut “tidak mudah” dan tekanan eksternal justru bukan hal yang dibutuhkan saat ini.
4. Laporan LSM: Tidak Ada Bukti Senjata Barat Dialihkan
Tidak ada bukti bahwa senjata Barat yang dikirim ke Ukraina dialihkan secara ilegal dalam skala besar.
Kesimpulan itu disampaikan dua LSM dalam sebuah studi pada Rabu (10/12/2025).
Small Arms Survey yang berbasis di Swiss dan Pusat Studi Keamanan Ukraina melaporkan bahwa penyitaan senjata api memang meningkat.
Kedua lembaga menegaskan, otoritas Ukraina telah menunjukkan komitmen kuat untuk menangani persoalan tersebut.
Mereka menyebut, pasukan Rusia turut mendorong aliran senjata ilegal dengan membangun gudang senjata dan meninggalkan atau kehilangan senjata mereka di medan perang.
“Granat tangan Barat, roket bahu, dan rudal portabel hanya mencakup sebagian kecil dari semua senjata yang disita,” tulis laporan itu.
5. UNFPA: Perang Tingkatkan Kematian Ibu Hamil
Perang di Ukraina membahayakan perempuan hamil dan membuat angka kematian ibu meningkat tajam.
Peringatan itu disampaikan Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA).
Tingkat kematian ibu melonjak sekitar 37 persen dari 2023 ke 2024.
Baca juga: Proposal Perdamaian Rusia-Ukraina Dipangkas Jadi 20 Poin, Zelensky akan Ungkap Isinya
UNFPA menilai, perang membuat lebih banyak perempuan berisiko meninggal dan lebih banyak kehamilan berakhir dengan komplikasi serius.
“Ini bukan statistik abstrak – ini adalah orang-orang dan keluarga yang hidup di bawah tekanan tak tertahankan,” kata Florence Bauer, direktur UNFPA untuk Eropa Timur.
Ia menambahkan, situasi itu mencerminkan sistem kesehatan Ukraina yang berada di bawah serangan.
Baca tanpa iklan