Di bagian penutup, surat tersebut menegaskan bahwa tindakan Thailand bukan hanya menyerang Kamboja, melainkan juga merupakan tantangan terhadap hukum internasional dan otoritas Dewan Keamanan PBB.
“Kredibilitas PBB sedang diuji,” pungkas surat tersebut.
Serangan Thailand kian Intensif
Sementara itu, media-media Kamboja juga memberitakan bahwa Militer Thailand terus mengintensifkan serangan ke wilayah Kamboja pada Kamis hari ini (11/12/2025).
Pada pagi hari ini, Khmer Times melaporkan bahwa pasukan militer Thailand memulai serangan terhadap kedaulatan Kamboja serta permukiman warga sipil di Wilayah Militer ke-5, tepatnya di Kawasan Desa Prey Chan, Kommune O Bei Chon, Kecamatan Ou Chrov, Provinsi Banteay Meanchey.
Serangan tersebut terjadi sekitar pukul 07.52 pagi waktu setempat di mana pasukan militer Thailand melakukan tembakan artileri ke wilayah Desa Prey Chan yang merupakan lokasi permukiman warga sipil.
Hingga pukul 08.00 pada 11 Desember 2025, pasukan Thailand terus melakukan tembakan artileri ke wilayah Kamboja di beberapa lokasi pertempuran.
Di medan pertempuran Provinsi Oddar Meanchey, pasukan Thailand juga telah melanjutkan tembakan artileri sejak fajar.
Serangan tersebut khususnya terjadi di wilayah Preah Vihear.
Baca juga: Trump Turun Gunung, Telepon Thailand dan Kamboja demi Hentikan Perang Perbatasan
Kamboja juga melaporkan bahwa pasukan Thailand juga terus melancarkan serangan serupa pada medan pertempuran di wilayah Phnom Khat, Mom Tei, dan An Ses
Di Pos Nomor 47, Desa Sok Sang, Kommune O Bei Chon, tembakan artileri dari pasukan Thailand juga terus berlangsung, sementara di Boeung Trakuan situasi tetap tenang.
Adapun di medan pertempuran O Phluok Damrey, Kommune Thma Da, Kecamatan Veal Veng, Provinsi Pursat, kondisi tetap stabil sejak malam hingga pagi ini tanpa adanya aktivitas tembakan.
(Tribunnews.com/Bobby)
Baca tanpa iklan