TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan ia akan segera bertemu dengan perwakilan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan mitra Eropa pada 15 Desember 2025 di Berlin, Jerman.
Mereka akan membahas topik terkait "kesepakatan politik" untuk mengakhiri perang Rusia melawan Ukraina.
"Yang terpenting adalah saya akan mengadakan pertemuan dengan perwakilan Presiden (AS Donald) Trump, dan juga akan ada pertemuan dengan mitra Eropa kami, dengan banyak pemimpin mengenai landasan perdamaian - sebuah kesepakatan politik untuk mengakhiri perang," kata Zelensky, Sabtu, (13/12/2025).
Zelenskyy akan mendengarkan laporan akhir dari kepala delegasi negosiasi Ukraina dan Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional, Rustem Umerov, serta anggota tim lainnya mengenai kontak mereka terkait proses perdamaian yang telah berlangsung.
Di sisi lain, Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina Andriy Hnatov dan perwakilan sektor pertahanan dan keamanan akan membahas detail jaminan keamanan untuk Ukraina.
Sementara itu, pejabat pemerintah Ukraina dan AS serta Eropa melakukan pembicaraan mengenai rekonstruksi dan pembangunan Ukraina pasca-perang.
Zelenskyy yakin Ukraina kini memiliki peluang signifikan untuk mengakhiri perang, seperti diberitakan Suspilne.
Ia memastikan pihak berwenang Ukraina berupaya memastikan perdamaian yang layak bagi Ukraina.
"Dan agar ada jaminan - jaminan, pertama-tama, bahwa Rusia tidak akan kembali ke Ukraina dengan invasi ketiga... dan kami akan bekerja seaktif dan sekonstruktif mungkin di Berlin beberapa hari ini dengan semua orang yang benar-benar dapat menormalisasi kesepakatan ini," kata Presiden Ukraina.
Ia menjelaskan akan ada pertemuan dan komunikasi lebih lanjut mengenai jalur negosiasi.
Dengan yakin ia mengatakan posisi Ukraina dalam negosiasi "kuat" karena Angkatan Bersenjata Ukraina memegang posisi di garis depan, dan perusahaan serta bisnis memproduksi senjata.
Baca juga: Drone Ukraina Hantam Dua Anjungan Minyak Rusia di Laut Kaspia Milik Lukoil
Sebelumnya, Zelenskyy yakin gencatan senjata Rusia dan Ukraina akan berlaku setelah penandatanganan kerangka kerja perjanjian perdamaian.
Ukraina telah menyampaikan reaksinya kepada AS mengenai proposal perdamaian yang dibahas oleh delegasi AS dengan Presiden Rusia Putin di Moskow pada 2 Desember lalu.
Menurut Zelenskyy, draf perjanjian itu mencakup pengurangan pasukan Ukraina yang disepakati menjadi 800.000 prajurit.
Baca tanpa iklan