News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Palestina Vs Israel

Netanyahu: Mesir Borong Kesepakatan Gas dengan Israel Nilainya Capai Rp 550 Triliun

Penulis: Namira Yunia Lestanti
Editor: Whiesa Daniswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ANCAMAN NETANYAHU - Dalam wawancara eksklusif bersama CBS News pada Selasa (14/10/2025), Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menanggapi gencatan senjata dengan Hamas. Netanyahu umumkan kesepakatan gas Israel-Mesir senilai Rp550 triliun. Aliran gas dari Leviathan kian kukuhkan Israel sebagai kekuatan energi regional

TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengumumkan persetujuan atas kesepakatan jual beli gas alam dengan nilai 34,7 miliar dolar atau Rp 550 triliun, terbesar dalam sejarah Israel dengan Mesir.

Dalam pernyataannya, Netanyahu menjelaskan dari jumlah itu, sekitar 58 miliar shekel diperkirakan akan langsung masuk ke kas negara Israel dalam beberapa tahun ke depan.

Pemerintah Israel menilai aliran pendapatan tersebut akan memperkuat berbagai sektor strategis, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga keamanan nasional.

Selain faktor ekonomi, Netanyahu menekankan nilai strategis dan geopolitik dari perjanjian tersebut.

Kesepakatan gas dengan Mesir dipandang mampu memperkuat hubungan bilateral, menstabilkan kawasan Timur Tengah, dan mengukuhkan Israel sebagai kekuatan energi regional.

Ia juga menilai kerjasama ini akan mendorong negara-negara lain untuk menjalin hubungan ekonomi serupa dengan Israel.

Dengan menyetujui kesepakatan tersebut, Netanyahu menegaskan bahwa Israel tidak hanya menjual sumber daya alam, tetapi juga membangun fondasi ekonomi dan politik jangka panjang yang dinilai penting bagi posisi negara itu di kawasan dan di panggung internasional.

Kesempatan Sempat Tertunda

Mengutip laporan The Times of Israel, awalnya kesepakatan ini sempat tertahan karena kekhawatiran soal berkurangnya cadangan gas nasional dan potensi kenaikan harga listrik bagi warga Israel.

Namun Netanyahu akhirnya menyetujui perjanjian tersebut setelah mendapatkan jaminan bahwa ekspor gas tidak akan mengorbankan kebutuhan vital dalam negeri, baik dari sisi ekonomi maupun keamanan.

Baca juga: Bela Netanyahu CS, Trump Sanksi Hakim ICC usai Gelar Penyelidikan Kejahatan Perang Israel

Rencananya dalam kesepakatan gas ini, Netanyahu akan melibatkan perusahaan energi Amerika Serikat, Chevron, bersama mitra Israel, yang akan memasok gas alam dari ladang lepas pantai Israel ke Mesir.

Netanyahu menegaskan bahwa persetujuan baru diberikan setelah pemerintah memastikan kebutuhan energi domestik Israel tetap aman dan harga gas bagi masyarakat tidak dirugikan.

Pemerintah juga mewajibkan perusahaan pemasok untuk menjual gas ke pasar dalam negeri dengan harga yang kompetitif.

Dengan disahkannya keputusan tersebut, Mesir menjadi mitra utama ekspor gas Israel, dengan pasokan dari ladang Leviathan telah mengalir sejak 2020.

Hingga kini, gas Israel menyumbang sekitar 15 hingga 20 persen konsumsi gas Mesir. Bagi Kairo, pasokan tersebut penting untuk memenuhi kebutuhan energi domestik sekaligus mendukung ekspor ulang gas cair ke pasar global.

Skema Jual Beli Gas Israel-Mesir

Nantinya alur jual beli gas alam antara Israel dan Mesir dimulai dari produksi gas di ladang lepas pantai Israel, terutama dari ladang Leviathan di Laut Mediterania.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini