News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Konflik Suriah

Operasi Balas Dendam AS terhadap ISIS di Suriah Diluncurkan, al-Sharaa Beri Dukungan

Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Febri Prasetyo
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

OPERASI BALAS DENDAM - Konvoi Pasukan Amerika Serikat (AS) di Suriah. AS melakukan operasi balas dendam terhadap ISIS pada Jumat (19/12/2025) setelah tiga pasukannya tewas di Kota Palmyra.

TRIBUNNEWS.COM - Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan balas dendam terhadap kelompok ISIS di Suriah pada Jumat (19/12/2025).

Gelombang serangan udara terhadap puluhan target yang berafiliasi dengan ISIS telah dilancarkan AS di Suriah.

Operasi militer ini merupakan respons langsung atas serangan mematikan yang menewaskan dua tentara Amerika dan seorang penerjemah sipil di Palmyra awal pekan lalu.

Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengumumkan bahwa operasi tersebut bertujuan untuk melumpuhkan kemampuan operasional ISIS.

Tak hanya itu, AS juga ingin membasmi sel-sel tidur ISIS yang kembali menunjukkan aktivitas di wilayah tersebut.

"Jika Anda menargetkan warga Amerika di mana pun di dunia, Anda akan menghabiskan sisa hidup Anda yang singkat dalam kecemasan, mengetahui bahwa Amerika Serikat akan memburu, menemukan, dan membunuh Anda tanpa ampun," tegas Hegseth dalam pernyataan resminya, dikutip dari Axios.

Kronologi Serangan ISIS

Eskalasi ini dipicu oleh insiden yang terjadi pada Sabtu (13/12/2025) di pusat Kota Palmyra.

Menurut laporan Komando Pusat AS (CENTCOM), dua personel militer dan seorang penerjemah sipil AS tewas dalam sebuah penyergapan saat tengah melakukan pertemuan dengan tokoh-tokoh kunci setempat.

Serangan tersebut dilakukan oleh seorang pria bersenjata yang diduga sebagai penyusup di dalam pasukan keamanan Suriah yang berafiliasi dengan ISIS.

Selain korban tewas, tiga personel militer AS lainnya juga dilaporkan mengalami luka-luka.

Baca juga: Trump Umumkan Serangan Militer Besar-besaran, Targetkan Markas ISIS di Suriah

Insiden ini menjadi ujian keamanan pertama bagi kehadiran pasukan AS di Suriah sejak runtuhnya rezim Bashar al-Assad pada akhir tahun lalu.

Suriah, yang kini dipimpin oleh Presiden Ahmed al-Sharaa, baru saja bergabung dengan Koalisi Global untuk Mengalahkan ISIS pada November 2025.

Presiden AS Donald Trump menyatakan belasungkawanya dan menegaskan dukungan kepada pemerintahan baru Suriah.

Trump menyebut Presiden al-Sharaa sebagai sosok pemimpin yang kuat dan menyatakan bahwa serangan tersebut murni dilakukan oleh ISIS, tanpa keterlibatan pemerintah transisi Suriah saat ini.

"Ini adalah bagian dari Suriah yang belum sepenuhnya dikendalikan oleh pemerintah."

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini