"Serangan ini ada hubungannya dengan ISIS, dan mereka akan dipukul sangat keras sebagai pembalasan," ujar Trump.
Hingga saat ini pasukan AS bekerja sama dengan pasukan keamanan internal Suriah telah menahan lima tersangka yang diduga terlibat dalam perencanaan serangan di Palmyra tersebut.
Serangan udara pada hari Jumat kemarin menandai langkah tegas Washington untuk mencegah kebangkitan kembali kelompok radikal di tengah masa transisi politik Suriah yang masih rawan.
Didukung Pemerintah Suriah
Trump mengklaim bahwa pemerintah Suriah yang baru memberikan dukungan penuh terhadap operasi militer AS tersebut.
Kementerian Luar Negeri Suriah, melalui pernyataan di platform X, mempertegas komitmen mereka dalam memerangi terorisme dan mengundang komunitas internasional untuk mendukung upaya tersebut.
Pemerintah Suriah menegaskan bahwa hilangnya nyawa dalam konflik ini menekankan urgensi penguatan kerja sama internasional untuk memberantas ISIS di wilayah mereka.
Mengutip Al Jazeera, analis politik menilai bahwa langkah pemerintahan Trump ini merupakan bagian dari upaya memperkuat posisi al-Sharaa, serta memastikan ISIS tidak memiliki tempat persembunyian yang aman saat negara tersebut mencoba membangun kembali masyarakat sipil setelah perang saudara yang berlangsung selama 14 tahun.
Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun luka-luka akibat serangan udara tersebut.
Baca juga: Suriah Ungkap Fakta Mengejutkan: Penyerang Pos Militer AS Ternyata Anggota Pasukan Sendiri
Namun, pejabat AS memperingatkan bahwa serangan lanjutan kemungkinan besar akan terus dilakukan.
Pukulan Telak bagi AS dan Suriah
Kelompok militan ISIS merilis pernyataan resmi pertama mereka tentang serangan di wilayah Palmyra, Suriah.
Dalam pernyataannya, kelompok tersebut mengeklaim bahwa serangan itu merupakan "pukulan telak" yang menyasar baik pasukan AS maupun pasukan pemerintah Suriah.
Pernyataan tersebut dipublikasikan melalui buletin mingguan mereka, Al-Naba, pada Kamis (18/12/2025).
ISIS mengklaim bahwa operasi militer yang mereka lancarkan di kawasan gurun tersebut telah menyebabkan puluhan orang tewas dan luka-luka di pihak lawan.
Dalam laporannya, ISIS mengklaim bahwa pejuangnya berhasil melakukan penetrasi dan melancarkan serangan terkoordinasi.
Mereka menyebut serangan ini sebagai bukti bahwa kelompok tersebut masih memiliki taring di tengah pergeseran peta kekuatan di Suriah setelah runtuhnya kendali penuh rezim sebelumnya di beberapa wilayah.
Baca tanpa iklan