TRIBUNNEWS.COM - Perang Rusia–Ukraina memasuki hari ke-1.399 pada Selasa (23/12/2025).
Konflik ini bermula dari ketegangan yang tersisa setelah Uni Soviet bubar pada 1991.
Sejak Ukraina merdeka, hubungan dengan Rusia tidak pernah stabil, penuh perebutan pengaruh dan saling curiga.
Puncaknya terjadi pada 2014, ketika Revolusi Euromaidan menggulingkan pemerintah Ukraina yang dekat dengan Rusia.
Tak lama setelah itu, Rusia menganeksasi Krimea dan mendukung kelompok separatis di Donbas.
Ketegangan ini berubah menjadi perang besar pada Februari 2022, saat Rusia menginvasi Ukraina.
Hingga kini, pertempuran masih berlangsung tanpa kepastian kapan akan berakhir.
Terkini, Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan untuk mengakhiri perang berjalan "baik-baik saja".
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut draf awal proposal perdamaian AS memenuhi banyak tuntutan Kyiv.
Konflik yang awalnya soal wilayah kini menjadi pertarungan kepentingan geopolitik, persaingan narasi global, dan masa depan keamanan internasional.
Para analis menilai masalahnya sangat rumit, sehingga jalan menuju perdamaian masih jauh dan penuh rintangan.
Baca juga: Bom Mobil Tewaskan Jenderal Rusia di Moskow, Korban Ketiga dalam Setahun, Ukraina Diduga Dalangi
Berikut rangkuman perkembangan terbaru perang Rusia–Ukraina pada hari ke-1.399 pada Selasa (23/12/2025):
1. Serangan Rusia Hantam Pelabuhan Odesa
Pasukan Rusia menyerang pelabuhan Odesa di Laut Hitam Ukraina pada Senin (22/12/2025) malam.
"Serangan merusak fasilitas pelabuhan serta sebuah kapal," kata gubernur regional, dikutip dari The Guardian.
Baca tanpa iklan