Ini merupakan serangan kedua di wilayah tersebut dalam waktu kurang dari 24 jam.
Gubernur Oleh Kiper mengatakan di Telegram tim darurat sedang menangani dampak serangan.
Ia menambahkan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, tetapi tidak memberikan detail lebih lanjut.
Serangan sebelumnya menghantam infrastruktur pelabuhan dan energi di wilayah Odesa.
Kebakaran terjadi di pelabuhan utama dan pasokan listrik bagi puluhan ribu orang terganggu.
“Rusia berupaya mengganggu logistik maritim dengan melancarkan serangan sistematis terhadap infrastruktur pelabuhan dan energi,” kata Wakil Perdana Menteri Oleksiy Kuleba di Telegram.
2. Jenderal Rusia Tewas Bom Mobil di Moskow
Seorang jenderal Rusia tewas setelah sebuah alat peledak meledak di bawah mobilnya.
Moskow menggambarkan peristiwa ini sebagai kemungkinan pembunuhan oleh dinas intelijen Ukraina, lapor Pjotr Sauer.
Letnan Jenderal Fanil Sarvarov, Kepala Direktorat Pelatihan Operasional Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia, meninggal akibat luka-luka yang dideritanya.
“Para penyelidik sedang menyelidiki berbagai kemungkinan terkait pembunuhan tersebut," kata juru bicara komite investigasi Rusia.
Saluran Telegram Rusia yang terkait dengan dinas keamanan melaporkan mobil Sarvarov meledak saat melaju di jalanan Moskow sekitar pukul 07.00 waktu setempat pada hari Senin (22/12/2025).
Baca juga: Utang Ukraina ke Eropa Bengkak Rp 1,7 Triliun, Perang Lawan Rusia Jadi Penyebabnya
Ukraina belum mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
3. Trump Sebut Pembicaraan Perdamaian Ukraina Lancar
Donald Trump mengatakan pembicaraan untuk mengakhiri perang Ukraina berjalan "baik-baik saja".
Sehari sebelumnya, Steve Witkoff, menggambarkan diskusi AS dengan perwakilan Ukraina dan Eropa di Florida sebagai "produktif dan konstruktif".
"Pembicaraan berjalan lancar," kata Trump di resor Mar-a-Lago miliknya di Florida pada hari Senin (22/12/2025).
Baca tanpa iklan