News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Natal 2025

Kota-kota di Eropa Merevisi Tradisi Natal, Publik Marah

Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Endra Kurniawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PERAYAAN NATAL - Orang-orang melihat lampu dan dekorasi bertema Natal di luar sebuah rumah di Mississauga, Ontario, Kanada, 22 Desember 2025. Sejumlah kota di Eropa memicu kontroversi setelah merevisi tradisi Natal dengan alasan inklusivitas, seperti instalasi modern adegan kelahiran Yesus


TRIBUNNEWS.COM –
Di sejumlah wilayah Eropa, semakin banyak pemerintah daerah, sekolah, dan lembaga yang didanai publik menghadapi reaksi keras setelah mengubah cara penyajian tradisi Natal.

Perubahan ini dilakukan dengan alasan menerapkan pendekatan Natal yang dinilai lebih “inklusif”.

Mengutip Fox News, di Belgia, kontroversi mencuat bulan ini setelah Brussel meluncurkan reinterpretasi modern adegan kelahiran Yesus di Grand Place.

Instalasi tersebut menampilkan figur tanpa wajah dan dipromosikan sebagai karya seni kontemporer yang inklusif.

Namun, instalasi itu kemudian dirusak dan menuai kritik tajam dari politisi serta warga setempat, menurut Catholic News Agency.

Reaksi juga meluas di dunia maya.

Pemain tim nasional sepak bola Belgia, Thomas Meunier, memicu perhatian luas setelah mengomentari isu tersebut di platform X.

Ia menulis, “Kita telah mencapai titik terendah, dan kita terus menggali."

Cuitan itu dibagikan ribuan kali di X.

Wali Kota Brussel, Philippe Close, anggota Partai Sosialis, membela keputusan tersebut dalam konferensi pers pada Jumat (19/12/2025).

Ia menyebut pemerintah kota berupaya menjaga keseimbangan selama musim liburan.

“Pada periode Natal ini, kita perlu mengurangi kemeriahannya,” kata Close.

Baca juga: Daftar Negara yang Tidak Merayakan Natal pada Tanggal 25 Desember

Ia menambahkan, meskipun Brussel memilih tetap mempertahankan pajangan adegan kelahiran Yesus, sejumlah kota lain justru telah menghapusnya sepenuhnya.

“Adegan kelahiran Yesus yang lama telah digunakan selama 25 tahun dan menunjukkan banyak kerusakan,” ujar Close.

“Sudah saatnya mengambil arah baru. Kami sangat senang dengan karya Victoria-Maria dan ingin memastikan sang seniman tidak diserang secara pribadi.”

Dekolonisasi Santa Claus

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini